Bacaan Tanggal
23 Aug 2026


Allah, kota benteng kita
Mazmur 46:1-12

46:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.

46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

46:3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

46:4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.  
Sela

46:5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

46:6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

46:7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur.

46:8 Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.  
Sela

46:9 Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

46:10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

46:11 ”Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

46:12 Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.  
Sela



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Allah berfirman kepada manusia dengan berbagai-bagai cara
Ayub 33:1-33

33:1 ”Akan tetapi sekarang, hai Ayub, dengarkanlah bicaraku, dan bukalah telingamu kepada segala perkataanku.

33:2 Ketahuilah, mulutku telah kubuka, lidahku di bawah langit-langitku berbicara.

33:3 Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui.

33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.

33:5 Jikalau engkau dapat, jawablah aku, bersiaplah engkau menghadapi aku, pertahankanlah dirimu.

33:6 Sesungguhnya, bagi Allah aku sama dengan engkau, aku pun dibentuk dari tanah liat.

33:7 Jadi engkau tak usah ditimpa kegentaran terhadap aku, tekananku terhadap engkau tidak akan berat.

33:8 Tetapi engkau telah berbicara dekat telingaku, dan ucapan-ucapanmu telah kudengar:

33:9 Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci, aku tidak ada kesalahan.

33:10 Tetapi Ia mendapat alasan terhadap aku, Ia menganggap aku sebagai musuh-Nya.

33:11 Ia memasukkan kakiku ke dalam pasung, Ia mengawasi segala jalanku.

33:12 Sesungguhnya, dalam hal itu engkau tidak benar, demikian sanggahanku kepadamu, karena Allah itu lebih dari pada manusia.

33:13 Mengapa engkau berbantah dengan Dia, bahwa Dia tidak menjawab segala perkataanmu?

33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.

33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,

33:16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran

33:17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,

33:18 untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.

33:19 Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya;

33:20 perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat;

33:21 susutlah dagingnya, sehingga tidak kelihatan lagi, tulang-tulangnya, yang mula-mula tidak tampak, menonjol ke luar,

33:22 sampai nyawanya menghampiri liang kubur, dan hidupnya mendekati mereka yang membawa maut.

33:23 Jikalau di sampingnya ada malaikat, penengah, satu di antara seribu, untuk menyatakan jalan yang benar kepada manusia,

33:24 maka Ia akan mengasihaninya dengan berfirman: Lepaskan dia, supaya jangan ia turun ke liang kubur; uang tebusan telah Kuperoleh.

33:25 Tubuhnya mengalami kesegaran seorang pemuda, ia seperti pada masa mudanya.

33:26 Ia berdoa kepada Allah, dan Allah berkenan menerimanya; ia akan memandang wajah-Nya dengan bersorak-sorai,
dan Allah mengembalikan kebenaran kepada manusia.

33:27 Ia akan bernyanyi di depan orang: Aku telah berbuat dosa, dan yang lurus telah kubengkokkan, tetapi hal itu tidak dibalaskan kepadaku.

33:28 Ia telah membebaskan nyawaku dari jalan ke liang kubur, dan hidupku akan melihat terang.

33:29 Sesungguhnya, semuanya ini dilakukan Allah dua, tiga kali terhadap manusia:

33:30 mengembalikan nyawanya dari liang kubur, sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.

33:31 Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku, diamlah, akulah yang berbicara.

33:32 Jikalau ada yang hendak kaukatakan, jawablah aku; berkatalah, karena aku rela membenarkan engkau.

33:33 Jikalau tidak, hendaklah engkau mendengarkan aku; diamlah, aku hendak mengajarkan hikmat kepadamu.”


Allah tidak berlaku curang
Ayub 34:1-37

34:1 Maka berbicaralah Elihu:

34:2 ”Dengarkanlah perkataanku, kamu orang-orang yang mempunyai hikmat, berilah telinga kepadaku, kamu orang-orang yang berakal budi.

34:3 Karena telinga itu menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan.

34:4 Biarlah kita memutuskan bagi kita sendiri apa yang adil, menentukan bersama-sama apa yang baik.

34:5 Karena Ayub berkata: Aku benar, tetapi Allah mengambil hakku;

34:6 kendati aku mempunyai hak aku dianggap berdusta, sekalipun aku tidak melakukan pelanggaran, lukaku tidak dapat sembuh lagi.

34:7 Siapakah seperti Ayub, yang minum hujatan terhadap Allah seperti air,

34:8 yang mencari persekutuan dengan orang-orang yang melakukan kejahatan dan bergaul dengan orang-orang fasik?

34:9 Karena ia telah berkata: Tidak berguna bagi manusia, kalau ia dikenan Allah.

34:10 Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang.

34:11 Malah Ia mengganjar manusia sesuai perbuatannya, dan membuat setiap orang mengalami sesuai kelakuannya.

34:12 Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.

34:13 Siapa mempercayakan bumi kepada-Nya? Siapa membebankan alam semesta kepada-Nya?

34:14 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,

34:15 maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

34:16 Jikalau engkau berakal budi, dengarkanlah ini, pasanglah telinga kepada apa yang kuucapkan.

34:17 Dapatkah pembenci keadilan memegang kekuasaan, dan apakah engkau mau mempersalahkan Dia yang adil dan perkasa,

34:18 Dia yang berfirman kepada raja: Hai, orang dursila, kepada para bangsawan: Hai, orang fasik;

34:19 Dia yang tidak memihak kepada para pembesar, dan tidak mengutamakan orang yang terkemuka dari pada orang kecil, karena mereka sekalian adalah buatan tangan-Nya?

34:20 Dalam sekejap mata mereka mati, ya, pada tengah malam orang dikejutkan dan binasa; mereka yang perkasa dilenyapkan bukan oleh tangan orang.

34:21 Karena mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya;

34:22 tidak ada kegelapan ataupun kelam kabut, di mana orang-orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi.

34:23 Karena bagi manusia Ia tidak menentukan waktu untuk datang menghadap Allah supaya diadili,

34:24 orang-orang yang perkasa diremukkan-Nya dengan tidak diperiksa, dan orang-orang lain diangkat-Nya ganti mereka.

34:25 Jadi, Ia mengetahui perbuatan mereka, dan menggulingkan mereka di waktu malam, sehingga mereka hancur lebur.

34:26 Mereka ditampar-Nya karena kefasikan mereka, dengan dilihat orang banyak,

34:27 karena mereka meninggalkan-Nya, dan tidak mengindahkan satu pun dari pada jalan-Nya,

34:28 sehingga mereka menyebabkan jeritan orang miskin naik ke hadapan-Nya, dan Ia mendengar jeritan orang sengsara.

34:29 – Kalau Dia berdiam diri, siapa akan menjatuhkan hukuman? Kalau Dia menyembunyikan wajah-Nya, siapa akan melihat Dia, baik itu sesuatu bangsa atau orang seorang? –,

34:30 supaya jangan menjadi raja orang fasik yang adalah jerat bagi orang banyak.

34:31 Tetapi kalau seseorang berkata kepada Allah: Aku telah menyombongkan diri, tetapi aku tidak akan lagi berbuat jahat;

34:32 apa yang tidak kumengerti, ajarkanlah kepadaku; jikalau aku telah berbuat curang, maka aku tidak akan berbuat lagi,

34:33 menurut hematmu apakah Allah harus melakukan pembalasan karena engkau yang menolak? Jadi, engkau jugalah yang harus memutuskan, bukan aku; katakanlah apa yang engkau tahu!

34:34 Maka orang-orang yang berakal budi dan orang yang mempunyai hikmat yang mendengarkan aku akan berkata kepadaku:

34:35 Ayub berbicara tanpa pengetahuan, dan perkataannya tidak mengandung pengertian.

34:36 Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat!

34:37 Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.”



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Kepatuhan kepada pemerintah
Roma 13:1-7

13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.  

13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.  

13:3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.

13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.  

13:5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.

13:6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.  

13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.


Kasih adalah kegenapan hukum Taurat
Roma 13:8-14

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.  

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.  

13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.


Jangan menghakimi saudaramu
Roma 14:1-12

14:1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.  

14:2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.  

14:3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.  

14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.  

14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.  

14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.  

14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.  

14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.  

14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.  

14:11 Karena ada tertulis: ”Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.”

14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 18:1-8

18:1 Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

18:2 Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.

18:3 Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan dan cela disertai cemooh.

18:4 Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.

18:5 Tidak baik berpihak kepada orang fasik dengan menolak orang benar dalam pengadilan.

18:6 Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.

18:7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

18:8 Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
JANGAN CEPAT MENGHAKIMI, BELAJARLAH MEMAHAMI

[Ayb. 33 & 34] [Rm. 13:1-14; Rm. 14:1-12] [Mzm. 46] [Ams. 18:1-8]

"Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri" (Roma 14:4)

Kita hidup di tengah banyak perbedaan. Ada perbedaan cara berpikir, kebiasaan, pilihan, bahkan cara seseorang menjalani kehidupan imannya. Sayangnya, perbedaan sering kali membuat kita lebih cepat menilai daripada memahami. Kita melihat seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan kita, lalu tanpa sadar memberikan kesimpulan tentang dirinya. Padahal, apa yang terlihat di luar belum tentu menggambarkan seluruh pergumulan yang ada di dalam hatinya.

Pesan yang disampaikan dalam bagian ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita. Paulus sedang mengingatkan jemaat agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling merendahkan. Ada yang memiliki keyakinan tertentu mengenai makanan, ada yang memandang suatu hari lebih penting daripada hari lainnya, dan ada pula yang memiliki pandangan berbeda. Namun, masing-masing melakukannya dengan keyakinan di hadapan Tuhan. Yang menjadi persoalan bukan sekadar perbedaannya, tetapi bagaimana seseorang memperlakukan orang lain di tengah perbedaan tersebut.

Coba kita bayangkan sebuah keluarga yang sedang makan bersama. Setiap orang memiliki selera yang berbeda. Ada yang menyukai makanan pedas, ada yang tidak tahan pedas. Ada yang menyukai makanan tertentu, sementara yang lain memilih makanan yang berbeda. Perbedaan itu tidak membuat mereka berhenti menjadi keluarga. Mereka tetap duduk di meja yang sama dan menikmati kebersamaan. Demikian pula seharusnya kehidupan kita dengan sesama. Tidak semua hal harus sama agar kita dapat hidup dalam kasih dan saling menghargai.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin ada seseorang yang membuat kita tidak nyaman karena cara bicaranya, keputusannya, atau kebiasaannya. Kita mungkin merasa lebih baik jika ia mengikuti cara kita. Namun, sebelum menghakimi, ada baiknya kita belajar bertanya apakah kita benar-benar memahami keadaannya. Bisa jadi ada pergumulan yang tidak pernah ia ceritakan. Bisa jadi ia sedang belajar, sedang bertumbuh, atau sedang berusaha melakukan yang terbaik menurut pemahamannya.

Bagian ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab kepada Tuhan. Kita tidak perlu sibuk menentukan apakah orang lain layak atau tidak di hadapan Tuhan. Perhatian kita sebaiknya diarahkan kepada kehidupan kita sendiri. Apakah perkataan kita membawa kebaikan? Apakah sikap kita membuat orang lain merasa dihargai? Apakah kehadiran kita menjadi sumber damai atau justru menambah luka?

Karena itu, mari kita belajar mengurangi kebiasaan menghakimi dan memperbanyak kesempatan untuk memahami. Ketika berbeda pendapat, kita tidak harus memaksakan kehendak. Ketika melihat kekurangan seseorang, kita tidak perlu menjadikannya bahan pembicaraan. Terkadang, bentuk kasih yang sederhana adalah memilih diam, mendengarkan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bertumbuh.

Pada akhirnya, kita semua sedang berjalan dalam proses. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Kita pun tentu pernah melakukan kesalahan dan berharap orang lain memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaikinya. Maka, perlakukanlah sesama dengan kemurahan hati yang sama.

Sahabat HBC yang Tuhan Yesus kasihi, jangan terlalu cepat memberikan penilaian hanya karena seseorang berbeda dari kita. Belajarlah melihat manusia dengan hati yang lebih lembut. Pertahankan keyakinan kita dengan rendah hati, tetapi jangan menjadikannya alasan untuk merendahkan orang lain. Biarlah hari ini kita menjadi pribadi yang lebih sabar dalam memahami, lebih bijaksana dalam berbicara, dan lebih tulus dalam menghargai. Sebab kehidupan yang indah bukanlah kehidupan tanpa perbedaan, melainkan kehidupan yang mampu menjaga kasih di tengah perbedaan. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)