Bacaan Tanggal
12 Jul 2026


Mazmur 10:1-18

10:1 Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

10:2 Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.

10:3 Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista Tuhan.

10:4 Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: ”Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!”, itulah seluruh pikirannya.

10:5 Tindakan-tindakannya selalu berhasil; hukum-hukum-Mu tinggi sekali, jauh dari dia; ia menganggap remeh semua lawannya.

10:6 Ia berkata dalam hatinya: ”Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.”

10:7 Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.

10:8 Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah.
Matanya mengintip orang yang lemah;

10:9 ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya.

10:10 Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.

10:11 Ia berkata dalam hatinya: ”Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya.”

10:12 Bangkitlah, Tuhan! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang-orang yang tertindas.

10:13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: ”Engkau tidak menuntut?”

10:14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

10:15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat, tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi.

10:16 Tuhan adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya.

10:17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya Tuhan; Engkau menguatkan hati mereka,
Engkau memasang telinga-Mu,

10:18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.




 Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Ahab memerangi Ramot-Gilead Nabi Tuhan berhadapan dengan nabi-nabi palsu
2 Tawarik 18:1-34
(1Raj. 22:1-40)

18:1 Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.  

18:2 Beberapa tahun kemudian, pergilah ia kepada Ahab di Samaria. Ahab menyembelih banyak kambing domba dan lembu sapi untuk dia dan rombongannya, dan mengajaknya untuk menyerang Ramot-Gilead.  

18:3 Berkatalah Ahab, raja Israel, kepada Yosafat, raja Yehuda: ”Maukah engkau pergi ke Ramot-Gilead bersama-sama aku?” Jawabnya kepadanya: ”Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatmu dan rakyatku, aku akan bersama-sama engkau di dalam perang.”

18:4 Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: ”Baiklah tanyakan dahulu firman Tuhan.”  

18:5 Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, empat ratus orang banyaknya, kemudian bertanyalah ia kepada mereka: ”Apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?” Jawab mereka: ”Majulah! Allah akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.”  

18:6 Tetapi Yosafat bertanya: ”Tidak adakah lagi di sini seorang nabi Tuhan, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?”  

18:7 Jawab raja Israel kepada Yosafat: ”Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk Tuhan. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla.” Kata Yosafat: ”Janganlah raja berkata demikian.”  

18:8 Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawai istana, katanya: ”Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!”  

18:9 Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, duduk masing-masing di atas takhtanya dengan pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria, sedang semua nabi itu bernubuat di depan mereka,  

18:10 maka Zedekia bin Kenaana membuat tanduk-tanduk besi, lalu berkata: ”Beginilah firman Tuhan: Dengan ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mereka.”  

18:11 Juga semua nabi itu bernubuat demikian, katanya: ”Majulah ke Ramot-Gilead, dan engkau akan beruntung; Tuhan akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.”

18:12 Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu berkata kepadanya: ”Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.”  

18:13 Tetapi Mikha menjawab: ”Demi Tuhan yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan.”  

18:14 Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: ”Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?” Jawabnya: ”Majulah dan kamu akan beruntung, sebab mereka akan diserahkan ke dalam tanganmu!”  

18:15 Tetapi raja berkata kepadanya: ”Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran?”  

18:16 Lalu jawabnya: ”Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti kambing domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu Tuhan berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat.”  

18:17 Kemudian raja Israel berkata kepada Yosafat: ”Bukankah telah kukatakan kepadamu: Tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan hanya malapetaka?”  

18:18 Kata Mikha: ”Sebab itu dengarkanlah firman Tuhan. Aku telah melihat Tuhan sedang duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara sorga berdiri di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya.  

18:19 Dan Tuhan berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab, raja Israel, untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu.  

18:20 Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan Tuhan. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. Tuhan bertanya kepadanya: Dengan apa?  

18:21 Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian!  

18:22 Karena itu, sesungguhnya Tuhan telah menaruh roh dusta ke dalam mulut nabi-nabimu ini, sebab Tuhan telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.”

18:23 Sesudah itu tampillah Zedekia bin Kenaana; ditamparnyalah pipi Mikha serta berkata: ”Bagaimana mungkin Roh Tuhan pindah dari padaku untuk berbicara kepadamu?”  

18:24 Tetapi Mikha menjawab: ”Sesungguhnya engkau akan melihatnya pada hari engkau lari dari satu kamar ke kamar yang lain untuk menyembunyikan diri.”  

18:25 Berkatalah raja Israel: ”Tangkaplah Mikha, bawa dia kembali kepada Amon, penguasa kota, dan kepada Yoas, anak raja,  

18:26 dan katakan: Beginilah titah raja: Masukkan orang ini dalam penjara dan beri dia makan roti dan minum air serba sedikit sampai aku pulang dengan selamat.”  

18:27 Tetapi jawab Mikha: ”Jika benar-benar engkau pulang dengan selamat, tentulah Tuhan tidak berfirman dengan perantaraanku!” Lalu disambungnya: ”Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian!”

18:28 Sesudah itu majulah raja Israel dengan Yosafat, raja Yehuda, ke Ramot-Gilead.  

18:29 Raja Israel berkata kepada Yosafat: ”Aku akan menyamar dan masuk pertempuran, tetapi engkau, pakailah pakaian kebesaranmu.” Lalu menyamarlah raja Israel, kemudian mereka masuk ke pertempuran.  

18:30 Adapun raja negeri Aram telah memberi perintah kepada para panglima pasukan keretanya demikian: ”Janganlah kamu berperang melawan sembarang orang, melainkan melawan raja Israel saja.”  

18:31 Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat Yosafat, mereka berkata: ”Itu raja Israel!” Lalu mereka mengepung dia, untuk menyerang dia, tetapi Yosafat berteriak dan Tuhan menolongnya. Allah membujuk mereka pergi dari padanya.  

18:32 Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat, bahwa dia bukanlah raja Israel, maka undurlah mereka dari padanya.  

18:33 Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja, dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: ”Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka.”  

18:34 Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja Israel tetap berdiri di dalam kereta berhadapan dengan orang Aram itu sampai petang. Ia mati ketika matahari terbenam.


Pelihat Yehu menegor raja Yosafat
2 Tawarikh 19:1-3

19:1 Yosafat, raja Yehuda, pulang dengan selamat ke istananya di Yerusalem.  

19:2 Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: ”Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau.  

19:3 Namun masih terdapat hal-hal yang baik padamu, karena engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari Allah dengan tekun.”


Yosafat mengangkat hakim-hakim
2 Tawarikh 19:4-11

19:4 Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka.  

19:5 Ia mengangkat juga hakim-hakim di seluruh negeri, yakni di semua kota yang berkubu di Yehuda, di tiap-tiap kota.  

19:6 Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: ”Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk Tuhan, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum.  

19:7 Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada Tuhan. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada Tuhan, Allah kita.”

19:8 Juga di Yerusalem Yosafat mengangkat beberapa orang dari antara orang Lewi, dari antara para imam dan dari antara para kepala puak Israel untuk memberi keputusan dalam hal hukum Tuhan dan dalam hal perselisihan. Mereka berkedudukan di Yerusalem.

19:9 Ia memerintahkan mereka: ”Kamu harus bertindak dengan takut akan Tuhan, dengan setia dan dengan tulus hati, demikian:

19:10 Dalam setiap perkara, yang disampaikan kepada kamu oleh rekan-rekanmu yang tinggal di kota-kota, yakni perkara-perkara mengenai penumpahan darah atau mengenai hukum, perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan, hendaklah kamu memperingatkan mereka, supaya mereka jangan bersalah terhadap Tuhan, sehingga murka-Nya menimpa kamu dan rekan-rekanmu. Hendaklah kamu berbuat demikian, dan kamu tidak akan bersalah.

19:11 Dengan ini imam kepala Amarya diangkat sebagai ketuamu dalam segala perkara ketuhanan dan Zebaja bin Ismael, pemuka kaum Yehuda, dalam segala perkara kerajaan, sedang orang Lewi akan melayani kamu sebagai pengatur. Bertindaklah dengan tegas! Kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus ikhlas.”




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Kisah Para Rasul 10:24-48

10:24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.  

10:25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.  

10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: ”Bangunlah, aku hanya manusia saja.”  

10:27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.  

10:28 Ia berkata kepada mereka: ”Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.  

10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.”  

10:30 Jawab Kornelius: ”Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan  

10:31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.  

10:32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.  

10:33 Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu.”

10:34   Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ”Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.  

10:35 Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.  

10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.  

10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,  

10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.  

10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.  

10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,  

10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.  

10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.  

10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.  

10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,  

10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:  

10:47 ”Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?”  

10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Nasihat untuk mencari hikmat
Amsal 4:1-27

4:1 Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

4:2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

4:3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,

4:4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: ”Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

4:5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

4:6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

4:7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.

4:8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.

4:9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.”




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
MENGEJAR HIKMAT, BUKAN SEKADAR PENGETAHUAN

[2Taw. 18 & 19] [Kis. 10:24-48] [Mzm. 10] [Ams. 4:1-9]

"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian"
(Amsal 4:7)  


Dalam Amsal pasal 4, Salomo menasihati anak-anaknya untuk menjadikan hikmat sebagai harta yang paling berharga. Di tengah dunia yang menghargai pengetahuan, kekayaan, dan kedudukan, firman Tuhan mengajarkan bahwa yang paling utama adalah memiliki hikmat yang berasal dari Allah. Hikmat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang harus dicari, dihargai, dan dimiliki. Dari Amsal 4:7, kita menemukan tiga kebenaran penting tentang hikmat.

Pertama, Hikmat adalah kebutuhan utama dalam hidup.  

Salomo berkata, "Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat." Ini menunjukkan bahwa prioritas utama orang percaya bukanlah harta, jabatan, atau kepandaian, melainkan hikmat dari Tuhan. Hikmat memampukan seseorang membedakan yang benar dan yang salah, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah. Tanpa hikmat, pengetahuan saja tidak cukup untuk menjalani hidup dengan benar.

Kedua, Hikmat harus dicari dengan sungguh-sungguh.  

Firman Tuhan berkata, "dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian." Kalimat ini menunjukkan bahwa memperoleh hikmat memerlukan usaha, kerinduan, dan komitmen. Hikmat Allah diperoleh melalui rasa takut akan Tuhan, belajar firman-Nya, doa, dan ketaatan. Semakin seseorang hidup dekat dengan Tuhan, semakin ia dibentuk menjadi pribadi yang berhikmat.

Ketiga, Hikmat menghasilkan kehidupan yang benar.  

Hikmat bukan hanya memenuhi pikiran, tetapi mengubah cara hidup. Orang yang berhikmat akan berbicara dengan bijaksana, mengambil keputusan dengan benar, dan hidup yang memuliakan Tuhan. Karena itu, hikmat selalu terlihat melalui karakter dan tindakan, bukan hanya melalui banyaknya pengetahuan yang dimiliki.

Amsal 4:7 mengingatkan kita untuk menjadikan hikmat sebagai prioritas utama dalam hidup. Di tengah dunia yang menawarkan banyak pengetahuan, marilah kita terus mencari hikmat yang berasal dari Tuhan melalui firman-Nya dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Sebab orang yang memiliki hikmat ilahi akan mampu menjalani hidup sesuai kehendak Allah dan menjadi berkat bagi sesamanya, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)