Allah, Pelindung orang-orang saleh
Mazmur 9:1–10:18
9:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud.
9:2 Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
9:3 aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
9:4 sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.
9:5 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.
9:6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;
9:7 musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.
9:8 Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
9:9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
9:10 Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
9:11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
9:12 Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
9:13 sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.
9:14 Kasihanilah aku, ya Tuhan; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku,
ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,
9:15 supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion
karena keselamatan yang dari pada-Mu.
9:16 Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.
9:17 Tuhan telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. H i g a y o n.
Sela
9:18 Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.
9:19 Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.
9:20 Bangkitlah, Tuhan, janganlah manusia merajalela; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!
9:21 Biarlah mereka menjadi takut, ya Tuhan, sehingga bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia saja. Sela
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Perjanjian Asa dengan Aram
2 Tawarikh 16:1-14
(1Raj. 15:16-24)
16:1 Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.
16:2 Lalu Asa mengeluarkan emas dan perak dari perbendaharaan rumah Tuhan dan dari perbendaharaan rumah raja dan mengirimnya kepada Benhadad, raja Aram yang diam di Damsyik dengan pesan:
16:3 ”Ada perjanjian antara aku dan engkau, antara ayahku dan ayahmu. Ini kukirim emas dan perak kepadamu. Marilah, batalkanlah perjanjianmu dengan Baesa, raja Israel, supaya ia undur dari padaku.”
16:4 Lalu Benhadad mendengarkan permintaan raja Asa; ia menyuruh panglima-panglimanya menyerang kota-kota Israel. Dan mereka memukul kalah Iyon, Dan, Abel-Maim dan segala tempat perbekalan kota-kota di Naftali.
16:5 Segera sesudah Baesa mendengar hal itu, ia berhenti memperkuat Rama; ia menghentikan usahanya itu.
16:6 Tetapi raja Asa mengerahkan segenap orang Yehuda, yang harus mengangkat batu dan kayu yang dipergunakan Baesa untuk memperkuat Rama itu. Ia mempergunakannya untuk memperkuat Geba dan Mizpa.
16:7 Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: ”Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada Tuhan Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.
16:8 Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.
16:9 Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”
16:10 Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat.
16:11 Sesungguhnya riwayat Asa dari awal sampai akhir tertulis dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel.
16:12 Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi pertolongan tabib-tabib.
16:13 Kemudian Asa mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya. Ia mati pada tahun keempat puluh satu pemerintahannya,
16:14 dan dikuburkan di kuburan yang telah digali baginya di kota Daud. Mereka membaringkannya di atas petiduran yang penuh dengan rempah-rempah dan segala macam rempah-rempah campuran yang dicampur menurut cara pencampur rempah-rempah, lalu menyalakan api yang sangat besar untuk menghormatinya.
Raja Yosafat – Pengokohan kerajaan
2 Tawarikh 17:1-19
17:1 Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya
17:2 dengan menempatkan tentara di semua kota yang berkubu di Yehuda dan pasukan-pasukan pendudukan di tanah Yehuda serta di kota-kota Efraim yang direbut oleh Asa, ayahnya.
17:3 Dan Tuhan menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal,
17:4 melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel.
17:5 Oleh sebab itu Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat.
17:6 Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.
17:7 Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda.
17:8 Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram.
17:9 Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat Tuhan. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.
17:10 Ketakutan yang dari Tuhan menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat.
17:11 Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor dan kambing jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor.
17:12 Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan.
17:13 Banyak perbekalannya di kota-kota Yehuda. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.
17:14 Inilah daftar kesatuan mereka menurut puak-puak mereka; panglima-panglima dari Yehuda ialah panglima Adna dengan tiga ratus ribu pahlawan yang gagah perkasa;
17:15 di samping dia panglima Yohanan dengan dua ratus delapan puluh ribu orang;
17:16 dan di samping dia Amasia bin Zikhri, yang dengan sukarela telah menyerahkan dirinya kepada Tuhan, dengan dua ratus ribu pahlawan yang gagah perkasa.
17:17 Dan dari Benyamin ialah Elyada, seorang pahlawan yang gagah perkasa, dengan dua ratus ribu orang yang bersenjatakan busur dan perisai.
17:18 Di samping dia Yozabad, dengan seratus delapan puluh ribu orang yang bersenjata untuk berperang.
17:19 Mereka itulah yang bertugas pada raja, selain dari pada mereka yang ditempatkan raja di kota-kota yang berkubu di seluruh Yehuda.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Petrus dan Kornelius
Kisah Para Rasul 10:1-48
10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: ”Kornelius!”
10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: ”Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: ”Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.
10:5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.
10:6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.”
10:7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.
10:8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.
10:9 Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: ”Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”
10:14 Tetapi Petrus menjawab: ”Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: ”Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.
10:17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Simon.
10:18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.
10:19 Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: ”Ada tiga orang mencari engkau.
10:20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.”
10:21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: ”Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?”
10:22 Jawab mereka: ”Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.”
10:23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Anjuran untuk berbuat baik
Amsal 3:27-35
3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: ”Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.
3:29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
3:30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,
3:32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
3:33 Kutuk Tuhan ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.
3:35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
BENTENG PERLINDUNGAN DI TENGAH DUNIA YANG BERGUNCANG
[2Taw. 16 & 17] [Kis. 10:1-23] [Mzm. 9] [Ams. 3:27-35]
(Mazmur 9:1–20)
Dunia yang kita hidupi penuh dengan ketidakpastian. Krisis ekonomi, ketidakadilan, konflik, dan berbagai persoalan hidup dapat dengan mudah menimbulkan kecemasan.
Meskipun Mazmur 9 lahir dari konteks ancaman musuh dan penindasan, bukan kecemasan modern seperti yang kita kenal sekarang, namun pesan utamanya tetap relevan. Ketika dunia berguncang, Allah tetap bertakhta dan memegang kendali atas sejarah.
Sesuai dengan tema bulan ini, "Mind Your Heart" (Jagalah Hatimu), maka dari Mazmur 9, kita dapat mempelajari bagaimana menjaga hati kita tetap aman dan mengalami damai sejahtera sejati. Daud memulai mazmurnya dengan ucapan syukur, lalu mengarahkan pandangan kepada Allah yang tetap memerintah. Ia berkata, "Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu" (Mzm. 9:10). Kata Ibrani b??a? (??????) berarti menaruh kepercayaan sehingga seseorang hidup dengan rasa aman karena mengetahui siapa yang menjadi sandarannya. Kepercayaan itu lahir karena mengenal shem (? ???), yaitu nama Allah yang menyatakan pribadi, karakter, reputasi, dan kesetiaan-Nya terhadap perjanjian. Kita dapat
percaya bukan karena keadaan selalu baik, melainkan karena Allah selalu setia.
Daud juga menyebut Tuhan sebagai misgav (?????????), yaitu tempat perlindungan yang tinggi dan tidak dapat dijangkau musuh (ay. 9). Gambaran ini menunjukkan bahwa
Allah tidak sekadar menghibur dari kejauhan, tetapi menjadi benteng yang kokoh bagi mereka yang tertindas. Perlindungan-Nya tidak selalu berarti masalah segera lenyap, tetapi bahwa hidup kita tetap aman di bawah pemeliharaan-Nya.
Selanjutnya, Daud menyatakan bahwa Tuhan adalah shofet (???? ??), Hakim yang menghakimi dunia dengan keadilan (ay. 8). Dalam pemahaman Ibrani, "shofet" bukan
hanya hakim yang menjatuhkan putusan, tetapi juga pembela yang memulihkan keadilan dan membela orang yang tertindas. Karena Allah bertakhta sebagai Hakim yang
benar, maka kita sebagai orang percaya tidak perlu dikuasai kepahitan atau keinginan membalas dendam. Lepaskan itu, biar Tuhan sebagai Pembela kita yang mengurus halhal tersebut.
Di tengah dunia yang tidak pasti, marilah kita belajar mengalihkan fokus dari keadaan kepada Pribadi Allah. Mulailah setiap hari dengan mengingat kembali kesetiaan-Nya,
bawalah setiap kecemasan dalam doa, dan biarkan Firman Tuhan membentuk cara pandang kita terhadap hidup.
Ketika hati mengenal siapa Allah sebenarnya, kita akan
menemukan bahwa benteng terkuat dalam kehidupan kita bukanlah kekayaan, jabatan atau relasi, melainkan Tuhan sendiri. Selama Dia tetap bertakhta, selalu ada pengharapan bagi umat-Nya, Amen. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)