Bacaan Tanggal
10 Jul 2026


Manusia hina sebagai makhluk mulia
Mazmur 8:1-10

8:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.

8:2 Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

8:4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

8:6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

8:7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8:8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

8:9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

8:10 Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Imdonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
2 Tawarikh 14:1-15

14:1 Kemudian Abia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Asa, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Pada zaman pemerintahannya negeri itu aman selama sepuluh tahun.


Raja Asa – Kemenangan atas Zerah
2 Tawarikh 14:2-15
(1Raj. 15:9-12)

14:2 Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata Tuhan, Allahnya.  

14:3 Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.  

14:4 Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari Tuhan, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah.  

14:5 Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda. Dan kerajaan pun aman di bawah pemerintahannya.  

14:6 Karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda; Tuhan telah mengaruniakan keamanan kepadanya.  

14:7 Katanya kepada orang Yehuda: ”Marilah kita memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya. Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita mencari Tuhan Allah kita dan Ia mencari kita serta mengaruniakan keamanan kepada kita di segala penjuru.” Maka mereka melaksanakan pembangunan itu dengan berhasil.  

14:8 Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.

14:9 Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.

14:10 Lalu Asa maju menghadapinya. Mereka mengatur barisan perangnya di lembah Zefata dekat Maresa.

14:11 Kemudian Asa berseru kepada Tuhan, Allahnya: ”Ya Tuhan, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya Tuhan, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!”

14:12 Dan Tuhan memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda. Orang-orang Etiopia itu lari,

14:13 lalu dikejar oleh Asa dan laskarnya sampai ke Gerar. Dari orang-orang Etiopia itu amat banyak yang tewas, sehingga tidak ada yang tinggal hidup, karena mereka hancur di hadapan Tuhan dan tentaranya. Orang-orang Yehuda memperoleh jarahan yang sangat besar.

14:14 Mereka mengalahkan semua kota di sekeliling Gerar, karena ketakutan yang dari Tuhan menimpa penduduknya. Mereka menjarahi semua kota itu, karena jarahan yang besar terdapat di situ.

14:15 Tenda-tenda pemilik ternak pun direbut mereka, dan banyak kambing domba dan unta diangkutnya sebagai jarahan, lalu mereka kembali ke Yerusalem.


Pembaharuan oleh Asa
2 Tawarikh 15:1-19
(1Raj. 15:13-15)

15:1 Azarya bin Oded dihinggapi Roh Allah.  

15:2 Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: ”Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! Tuhan beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.  

15:3 Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.  

15:4 Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada Tuhan, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.  

15:5 Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah.  

15:6 Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.  

15:7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah Tuhan yang ada di depan balai Bait Suci Tuhan.  

15:9 Ia mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan orang-orang Efraim, Manasye dan Simeon yang tinggal di antara mereka sebagai orang asing. Sebab dari Israel banyak yang menyeberang memihak kepadanya ketika mereka melihat bahwa Tuhan, Allahnya, beserta dengan dia.  

15:10 Mereka berkumpul di Yerusalem pada bulan ketiga tahun kelima belas dari pemerintahan Asa.  

15:11 Pada hari itu mereka mempersembahkan kepada Tuhan tujuh ratus lembu sapi dan tujuh ribu kambing domba dari jarahan yang mereka bawa pulang.  

15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari Tuhan, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.  

15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari Tuhan, Allah Israel, harus dihukum mati.  

15:14 Mereka bersumpah setia kepada Tuhan dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala.  

15:15 Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari Tuhan. Tuhan berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.  

15:16 Bahkan raja Asa memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu, menumbuknya sampai halus dan membakarnya di lembah Kidron.  

15:17 Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan dari Israel, namun hati Asa tulus ikhlas sepanjang umurnya.  

15:18 Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persembahan kudusnya sendiri ke rumah Allah, yakni emas dan perak serta barang-barang lain.  

15:19 Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Imdonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Saulus dalam lingkungan saudara-saudara
Kisah Para Rasul 9:19b-31

9:19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.  

9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.  

9:21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: ”Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?”  

9:22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

9:23   Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.  

9:24 Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.  

9:25 Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.

9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.  

9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.  

9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.  

9:29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.  

9:30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.

9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.


Petrus menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas
Kisah Para Rasul 9:32-43

9:32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.  

9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.  

9:34 Kata Petrus kepadanya: ”Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu.  

9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.

9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.  

9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.  

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: ”Segeralah datang ke tempat kami.”  

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.  

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: ”Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.  

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.  

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.  

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Imdonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 3:11-26

3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

3:12 Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,

3:14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

3:15 Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.

3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.

3:18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

3:19 Dengan hikmat Tuhan telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit,

3:20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

3:21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,

3:22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

3:23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.

3:24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.

3:25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.

3:26 Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Imdonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
KASIH KARUNIA YESUS MENGUBAH MANUSIA

[2Taw. 14 & 15] [Kis. 9:19b-43] [Mzm. 8] [Ams. 3:11-26]

(Kisah Rasul 9:19b-43)  

Setiap manusia ingin mengalami perubahan dalam kehidupannya, tentu ke arah yang lebih baik, bahkan ada slogan mengatakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Namun, kenyataannya perubahan demi perubahan yang terjadi adalah perubahan yang hanya bersifat fisik, penampilan, gaya kehidupan di mana semuanya itu bersifat sementara dan fana. Kenyataannya, tidak terjadi perubahan dari dalam secara signifikan, yaitu perubahan kedewasaan secara rohani tidak terjadi.  

Dari kitab Kisah Para Rasul 9:19b-43, kita akan mendapati peristiwa di mana dua tokoh dalam Alkitab yang mengalami perubahan secara signifikan dari dalam. Bahkan, bukan hanya perubahan diri yang terjadi   tetapi mereka juga diubah oleh Tuhan menjadi alat-Nya yang luar biasa dan menjadi   berkat bagi umat manusia   sepanjang masa. Oleh karena kasih karunia Yesus, pelayanan mereka disertai dengan tanda tanda mukjizat, sekalipun   itu bukan tujuan utamanya. Gereja Tuhan bertumbuh melalui pengajaran Firman, doa, kasih Allah dan kuasa Roh Kudus yang   hidup terus dinyatakan melalui gereja-Nya.

Saulus, seorang yang bengis, penganiaya jemaat, fanatik dan   legalistik terhadap agama, bisa diubah Tuhan menjadi alat pemberita Injil. Ia bahkan mengasihi bangsa-bangsa non Yahudi, sekalipun mengalami banyak tantangan, rintangan, ancaman, kelaparan, karam kapal, keluar masuk penjara. Namun, ia tidak pernah mundur sedikit pun, bahkan setia sampai garis akhir hihidupnya. Ia mati sebagai martir di kota Roma zaman Kaisar Nero dengan dipenggal kepalanya oleh karena Yesus yang ia layani dengan setia dan totalitas pengabdian. Hidupnya   mengalami perubahan oleh kasih karunia Yesus Kristus.

Petrus adalah seorang nelayan sederhana, tanpa pendidikan yang tinggi , seorang yang temperamental, sering bertindak spontanitas tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Oleh kasih karuia Tuhan di ubahkan menjadi seorang penjala manusia, memberitakan Injil kepada orang orang Yahudi dengan kuasa disertai tanda-tanda mukjizat. Seorang yang sakit bernama Eneas di sembuhkan dan seorang yang mati bernama Tabita (Dorkas) dibangkitkan oleh doanya. Petrus seorang biasa diubahkan menjadi pribadi yang luar biasa oleh kasih karunia Yesus Kristus. Bahkan, kuasa kasih karunia Yesus pula yang menguatkannya   sehingga ia rela mati martir dengan disalib terbalik oleh karena merasa tidak layak disalib seperti Yesus.  

Dari narasi kedua tokoh tersebut di atas kita dapat mengambil makna teologisnya bahwa hanya kasih karunia Yesus Kristus yang mampu mengubah manusia. Kemampuan manusia tidak akan mampu mengubah manusia secara rohani dari dalam. Hanya oleh kuasa kasih karunia Yesus saja yang mampu mengubah manusia dari dalam. Kita harus meresponinya dengan iman.
Kristus menjadi sumber kuasa sehingga mereka diberi kuasa dalam perkataan dan pengajaran. Hal itu   bukan dari hebatnya diri mereka   tetapi dari Karya Roh Kudus yang menyatakannya melalui mereka.  
Muzijat adalah alat menguatkan pemberitaan Injil.

Mukjizat bukanlah tujuan pemberitaan Injil tetapi mukzijat menyertai pemberitaan Injil. Mukjizat dipakai Tuhan sebagai salah satu alat untuk menguatkan pemberitaan Injil, yang membawa manusia datang kepada Allah. Mukjizat menyatakan kuasa dan kemulian Allah.

Kasih karunia Yesus mampu mengubah setiap orang seperti Saulus dan Petrus. Kuasa-Nya tetap bekerja melalui gereja-Nya. Pelayanan yang benar selalu ditandai dengan memuliakan nama Yesus di atas segalanya: denominasi gereja atau favoritisme hamba Tuhan. Bahkan, peristiwa mukjiizat itu sendiri bukanlah menjadi tujuan utamannya.

Mukjizat Tuhan yang terjadi harus sebagai bagian yang   mendukung pemberitaan Injil,   bukan untuk mengagungkan kehebatan dan kesakralan seorang manusia di hadapan-Nya. Mari kita pastikan hidup kita mau diubah oleh kasih karunia Tuhan agar kita tidak menyesal karena kehilangan momen yang bersifat kekal. (B.E)