Bacaan Tanggal
09 Jul 2026


Allah, Hakim yang adil
Mazmur 7:1-18

7:1 Nyanyian ratapan Daud, yang dinyanyikan untuk Tuhan karena Kush, orang Benyamin itu.

7:2 Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,

7:3 supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.

7:4 Ya Tuhan, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,

7:5 jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,

7:6 maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu.
Sela

7:7 Bangkitlah, Tuhan, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman!

7:8 Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi.

7:9 Tuhan mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.

7:10 Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.

7:11 Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;

7:12 Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

7:13 Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.

7:14 Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.

7:15 Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.

7:16 Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.

7:17 Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.

7:18 Aku hendak bersyukur kepada Tuhan karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama Tuhan, Yang Mahatinggi.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Sisak menyerang Yerusalem
2 Tawarikh 12:1-16
(1Raj. 14:21-31)

12:1 Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum Tuhan, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.

12:2 Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem – karena mereka berubah setia terhadap Tuhan –

12:3 dengan seribu dua ratus kereta dan enam puluh ribu orang berkuda, sedang rakyat yang mengikutinya dari Mesir, yakni orang Libia, orang Suki dan orang Etiopia, tidak terhitung banyaknya.

12:4 Ia merebut kota-kota benteng yang di Yehuda, bahkan mendekati Yerusalem.

12:5 Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: ”Beginilah firman Tuhan: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Aku pun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.”

12:6 Maka pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata: ”Tuhanlah yang benar!”

12:7 Ketika Tuhan melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman Tuhan kepada Semaya, bunyinya: ”Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak.

12:8 Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.”

12:9 Maka majulah Sisak, raja Mesir itu, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah Tuhan dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo.

12:10 Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja.

12:11 Setiap kali raja masuk ke rumah Tuhan, bentara-bentara datang membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara.

12:12 Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka Tuhan dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.

12:13 Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih Tuhan dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.

12:14 Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari Tuhan.

12:15 Bukankah riwayat Rehabeam dari awal sampai akhir semuanya tertulis dalam riwayat Semaya, nabi itu, dan Ido, pelihat itu, – yang juga memuat daftar silsilah. Antara Rehabeam dan Yerobeam terus-menerus ada perang.

12:16 Kemudian Rehabeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Abia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.


Raja Abia
2 Tawarikh 13:1–14:1

13:1 Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam menjadi rajalah Abia atas Yehuda.

13:2 Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. Dan ada perang antara Abia dan Yerobeam.

13:3 Abia memulai perang dengan pasukan pahlawan-pahlawan perang, yang jumlahnya empat ratus ribu orang pilihan, sedangkan Yerobeam mengatur barisan perangnya melawan dia dengan delapan ratus ribu orang pilihan, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.

13:4 Lalu Abia berdiri di atas gunung Zemaraim, yang termasuk pegunungan Efraim, dan berkata: ”Dengarlah kepadaku, Yerobeam dan seluruh Israel!

13:5 Tidakkah kamu tahu, bahwa Tuhan Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?

13:6 Tetapi Yerobeam bin Nebat, hamba Salomo bin Daud, telah bangkit memberontak melawan tuannya.

13:7 Petualang-petualang, orang-orang dursila, berhimpun padanya; mereka terlalu kuat bagi Rehabeam bin Salomo, yang masih muda dan belum teguh hati, dan yang tidak dapat mempertahankan diri terhadap mereka.

13:8 Tentu kamu menyangka, bahwa kamu dapat mempertahankan diri terhadap kerajaan Tuhan, yang dipegang keturunan Daud, karena jumlah kamu besar dan karena pada kamu ada anak lembu emas yang dibuat Yerobeam untuk kamu menjadi allah.

13:9 Bukankah kamu telah menyingkirkan imam-imam Tuhan, anak-anak Harun itu, dan orang-orang Lewi, lalu mengangkat imam-imam menurut kebiasaan bangsa-bangsa negeri-negeri lain, sehingga setiap orang yang datang untuk ditahbiskan dengan seekor lembu jantan muda dan tujuh ekor domba jantan, dijadikan imam untuk sesuatu yang bukan Allah.

13:10 Tetapi kami ini, Tuhanlah Allah kami, dan kami tidak meninggalkan-Nya. Dan anak-anak Harunlah yang melayani Tuhan sebagai imam, sedang orang Lewi menunaikan tugasnya,

13:11 yakni setiap pagi dan setiap petang mereka membakar bagi Tuhan korban bakaran dan ukupan dari wangi-wangian, menyusun roti sajian di atas meja yang tahir, dan mengatur kandil emas dengan pelita-pelitanya untuk dinyalakan setiap petang, karena kamilah yang memelihara kewajiban kami terhadap Tuhan, Allah kami, tetapi kamulah yang meninggalkan-Nya.

13:12 Lihatlah, pada pihak kami Allah yang memimpin, sedang imam-imam-Nya siap meniup tanda serangan terhadap kamu dengan nafiri isyarat-isyarat. Hai orang Israel, jangan kamu berperang melawan Tuhan, Allah nenek moyangmu, karena kamu tidak akan beruntung!”

13:13 Tetapi Yerobeam mengirim suatu pasukan penghadang yang harus membuat gerakan keliling supaya sampai di belakang mereka, sehingga induk pasukannya berada di depan Yehuda dan pasukan-pasukan penghadang di belakang mereka.

13:14 Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi pertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada Tuhan, sedang para imam meniup nafiri,

13:15 dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda.

13:16 Orang Israel lari dari depan Yehuda, tetapi Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yehuda.

13:17 Abia dengan laskarnya mendatangkan kekalahan yang besar kepada mereka. Dari orang Israel mati terbunuh lima ratus ribu orang pilihan.

13:18 Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka.

13:19 Abia mengejar Yerobeam dan merebut dari padanya beberapa kota, yakni Betel dengan segala anak kotanya, Yesana dengan segala anak kotanya dan Efron dengan segala anak kotanya.

13:20 Tak pernah lagi Yerobeam mendapat kekuatan di zaman Abia. Tuhan memukul dia, sehingga ia mati.

13:21 Abia menunjukkan dirinya kuat. Ia mengambil empat belas isteri dan memperanakkan dua puluh dua anak laki-laki dan enam belas anak perempuan.

13:22 Selebihnya dari riwayat Abia, langkah-langkahnya dan titah-titahnya, tertulis dalam kitab sejarah nabi Ido.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Saulus bertobat
Kisah Para Rasul 9:1-19a

9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

9:5 Jawab Saulus: ”Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: ”Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: ”Ananias!” Jawabnya: ”Ini aku, Tuhan!”

9:11 Firman Tuhan: ”Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

9:13 Jawab Ananias: ”Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: ”Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: ”Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

9:19a Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Berkat dari hikmat
Amsal 3:1-10

3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,

3:2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

3:4   maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

3:5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan;

3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

3:9 Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
KETAATAN YANG MEMBAWA PERUBAHAN

[2Taw. 12 & 13] [Kis. 9:1-19a] [Mzm. 7] [Ams. 3:1-10]

(Kisah Para Rasul 9:1-19a)

Di dalam kisah pertobatan Saulus yang pada akhirnya menjadi Paulus, yang adalah salah satu Rasul yang paling berdampak besar bagi pengabaran Injil, tidak lepas dari satu sosok yaitu Ananias.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini ?  

Pertama, Tuhan dapat memakai orang yang sederhana. Tuhan dalam melakukan rencana-Nya seringkali memakai orang-orang yang sederhana. Yang mungkin tidak diperhitungkan manusia.   Contohnya adalah Maria, ibu Yesus, dan Ananias.
Ananias adalah seorang yang sederhana. Bukan nabi besar atau terkenal. Tapi Ananias dipakai Tuhan untuk suatu pekerjaan yang dapat berdampak besar. Yaitu berperan penting di dalam pertobatan Paulus.

Kedua, Iman yang mengalahkan ketakutan. Pada saat Tuhan menyuruh Ananias untuk menjumpai Saulus, seseorang yang terkenal keras, membunuh dan menganiaya murid Yesus, pasti ada ketakutan di dalam diri Ananias. Hal ini terlihat di dalam Kisah Rasul 9:13-14.  

Namun, Tuhan memberitahukan rencana-rencana-Nya dan apa yang sedang dan akan terjadi dalam pribadi Saulus, yaitu bahwa :
* Saulus sedang berdoa (ay. 11)
* Saulus mendapat penglihatan bahwa Ananias akan datang, menumpangkan tangan atasnya dan ia dapat melihat kembali (ay. 12)
* Saulus akan menjadi alat pilihan Tuhan untuk memberitakan nama-Nya (ay. 15).

Setelah mendengar perkataan yang Tuhan berikan, Ananias memiliki iman percaya kepada Tuhan yang luar biasa. Ia pergi menemui Saulus mengalahkan ketakutannya. Ia menyaksikan apa yang dikatakan Tuhan dan imannya diteguhkan.  

Ketiga, Ketaatan yang mengubahkan.  
Walaupun Saulus adalah orang yang sudah berbuat kejahatan terhadap pengikut Yesus, tapi Ananias taat kepada Firman Tuhan untuk mengampuni, menerima dan menyebut Saulus dengan sebutan "saudaraku", serta melakukan perintah Tuhan untuk menumpangkan tangannya agar Saulus dapat melihat kembali dan penuh Roh Kudus. Hal ini juga sangat mempengaruhi Saulus yang pasti punya ketakutan yaitu ditolak dan dibenci akibat dari perbuatannya di masa lalu. Tapi ternyata diterima sebagai seorang saudara, sehingga kekuatannya dipulihkan.  

Keempat, Hanya orang yang taat yang dipakai Tuhan. Ketaatan Ananias secara manusia mungkin adalah sebuah kebodohan, yaitu mendatangi orang yang sudah terkenal dan terbukti melakukan kejahatan. Kedatangan Saulus ke Damsyik ini pun untuk mencari pengikut Yesus. Jadi ada risiko Ananias dianiaya atau dibunuh. Tapi karena iman percayanya kepada Tuhan dan ketaatannya membuat rencana Tuhan dapat berjalan dengan baik.

Sebelum alami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, Saulus berpikir bahwa ia sedang menjalani hidup yang taat membela Allah, yaitu dengan menganiaya pengikut Yesus. Dulu, ia memiliki pengertian tentang kebenaran yang salah. Kemudian ia mengalami transformasi total percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan. Keputusannya penuh dengan risiko. Ia menjadi sasaran para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dibunuh. Di sisi lain, Saulus juga mengambil risiko bila ada pembalasan dari pengikut Yesus yang dulu dianiaya. Ketaatannya mau mengikut Yesus membuat Saulus diubah menjadi Paulus yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Ketaatan adalah bukti iman kita kepada Tuhan. Di dalam ketaatan biasanya ada harga yang harus dibayar. Ketaatan itu dinyatakan dalam perbuatan/tindakan. Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:26). Dan di dalam Yakobus 2:20 dikatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong.

Ketaatan untuk melakukan perintah Tuhan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan. Seperti tertulis di dalam kitab Yohanes 14:15: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."

Ketaatan kita kepada kebenaran, membuat orang lain dapat memuliakan Tuhan dan dapat saling mengasihi satu sama lain dengan tulus. Hal ini tertulis di dalam 1 Petrus 1:22: "Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu."

Setiap kita diciptakan Tuhan dengan tujuan, yaitu untuk ikut ambil bagian dalam rencana Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Marilah kita memiliki iman percaya yang dinyatakan dengan ketaatan kita akan perintah Tuhan. Dengan demikian, kita dapat melakukan perbuatan baik yang sudah dipersiapkan Tuhan sebelumnya (Ef. 2:20). Karena hanya orang-orang yang taat yang dapat dipakai Tuhan untuk melakukan rencana-Nya. Mari kita mengikuti teladan ketaatan yang sudah Tuhan Yesus lakukan yaitu tertulis di dalam surat Filipi 2:8-11: "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!"
Amin. (VG)