Mazmur 119:145-152
119:145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya Tuhan! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.
119:146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.
119:147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.
119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.
119:149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu.
119:150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu.
119:151 Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu adalah benar.
119:152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Pecahnya kerajaan itu
1 Raja-raja 12:1-24
(2Taw. 10:1–11:4)
12:1 Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.
12:2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat – pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo – maka kembalilah ia dari Mesir.
12:3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:
12:4 ”Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.”
12:5 Tetapi ia menjawab mereka: ”Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku.” Lalu pergilah rakyat itu.
12:6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: ”Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?”
12:7 Mereka berkata: ”Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.”
12:8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,
12:9 katanya kepada mereka: ”Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?”
12:10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: ”Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami – beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!
12:11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”
12:12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: ”Kembalilah kepadaku pada hari lusa.”
12:13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;
12:14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: ”Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”
12:15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan Tuhan, supaya Tuhan menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.
12:16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: ”Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!” Maka pergilah orang Israel ke kemahnya,
12:17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.
12:18 Kemudian raja Rehabeam mengutus Adoram yang menjadi kepala rodi, tetapi seluruh Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem.
12:19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.
12:20 Segera sesudah seluruh Israel mendengar, bahwa Yerobeam sudah pulang, maka mereka menyuruh memanggil dia ke pertemuan jemaah, lalu mereka menobatkan dia menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak ada lagi yang mengikuti keluarga Daud selain dari suku Yehuda saja.
12:21 Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan segenap kaum Yehuda dan suku Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi kaum Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam, anak Salomo.
12:22 Tetapi datanglah firman Allah kepada Semaya, abdi Allah, demikian:
12:23 ”Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap kaum Yehuda dan Benyamin dan kepada selebihnya dari bangsa itu:
12:24 Beginilah firman Tuhan: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.” Maka mereka mendengarkan firman Tuhan dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman Tuhan itu.
Yerobeam memulai ibadah baru
1 Raja-raja 12:25-33
12:25 Kemudian Yerobeam memperkuat Sikhem di pegunungan Efraim, lalu diam di sana. Ia keluar dari sana, lalu memperkuat Pnuel.
12:26 Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: ”Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud.
12:27 Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah Tuhan di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.”
12:28 Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: ”Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”
12:29 Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan.
12:30 Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.
12:31 Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.
12:32 Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya.
12:33 Ia naik tangga mezbah yang dibuatnya di Betel itu pada hari yang kelima belas dalam bulan yang kedelapan, dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar korban.
Abdi Allah dari Yehuda
1 Raja-raja 13:1-34
13:1 Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban, maka atas perintah Tuhan datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel.
13:2 Lalu atas perintah Tuhan berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: ”Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman Tuhan: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.”
13:3 Pada waktu itu juga ia memberitahukan suatu tanda ajaib, katanya: ”Inilah tanda ajaib, bahwa Tuhan telah berfirman: Bahwasanya mezbah itu akan pecah, sehingga tercurah abu yang di atasnya.”
13:4 Demi raja Yerobeam mendengar perkataan abdi Allah yang diserukannya terhadap mezbah di Betel itu, ia mengulurkan tangannya dari atas mezbah dan berkata: ”Tangkaplah dia!” Tetapi tangan yang diulurkannya terhadap orang itu menjadi kejang, sehingga tidak dapat ditariknya kembali.
13:5 Mezbah itu pun pecahlah, sehingga abu yang di atasnya tercurah, sesuai dengan tanda ajaib yang diberitahukan abdi Allah itu atas perintah Tuhan.
13:6 Lalu berbicaralah raja dan berkata kepada abdi Allah itu: ”Mohonkanlah belas kasihan Tuhan, Allahmu, dan berdoalah untukku, supaya tanganku dapat kembali.” Dan abdi Allah itu memohonkan belas kasihan Tuhan, maka tangan raja itu dapat kembali dan menjadi seperti semula.
13:7 Kemudian berbicaralah raja kepada abdi Allah itu: ”Marilah bersama-sama dengan aku ke rumah, segarkan badanmu, sesudah itu aku hendak memberikan suatu hadiah kepadamu.”
13:8 Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: ”Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini.
13:9 Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman Tuhan: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu.”
13:10 Lalu pergilah ia melalui jalan lain dan tidak kembali melalui jalan yang telah diambilnya untuk datang ke Betel.
13:11 Di Betel diam seorang nabi tua. Anak-anaknya datang menceritakan kepadanya segala perbuatan yang dilakukan abdi Allah pada hari itu di Betel. Mereka menceriterakan juga kepada ayah mereka perkataan yang dikatakannya kepada raja.
13:12 Kemudian ayah mereka bertanya: ”Dari jalan manakah ia pergi?” Lalu anak-anaknya menunjukkan kepadanya jalan yang diambil abdi Allah yang datang dari Yehuda itu.
13:13 Ia berkata kepada anak-anaknya: ”Pelanai keledai bagiku!” Mereka memelanai keledai baginya, lalu ia menunggangnya
13:14 dan pergi mengikuti abdi Allah itu dan mendapatinya duduk di bawah sebuah pohon besar. Ia bertanya kepadanya: ”Engkaukah abdi Allah yang telah datang dari Yehuda?” Jawabnya: ”Ya, akulah itu.”
13:15 Katanya kepadanya: ”Marilah bersama-sama aku ke rumah untuk makan roti.”
13:16 Tetapi jawabnya: ”Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini,
13:17 sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman Tuhan: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.”
13:18 Lalu jawabnya kepadanya: ”Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah Tuhan seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.
13:19 Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya.
13:20 Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman Tuhan kepada nabi yang telah membawa dia pulang.
13:21 Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: ”Beginilah firman Tuhan: Karena engkau telah memberontak terhadap titah Tuhan dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu,
13:22 tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, – maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu.”
13:23 Setelah orang itu makan roti dan minum air, dipelanailah keledai baginya.
13:24 Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itu pun berdiri di samping mayat itu.
13:25 Orang-orang yang lewat melihat mayat itu tercampak di jalan dan singa berdiri di sampingnya. Dan mereka menceriterakannya di kota tempat kediaman nabi tua itu.
13:26 Ketika hal itu kedengaran kepada nabi yang telah membujuk dia berbalik kembali, ia berkata: ”Dialah abdi Allah yang telah memberontak terhadap titah Tuhan. Tuhan menyerahkan dia kepada singa, yang mencabik dan membunuhnya sesuai dengan firman Tuhan yang diucapkan-Nya kepadanya.”
13:27 Lalu berbicaralah ia kepada anak-anaknya: ”Pelanailah keledai bagiku.” Dan mereka memelanainya.
13:28 Kemudian ia pergi dan menemukan mayat orang itu tercampak di jalan, sedang keledai dan singa berdiri di sampingnya. Singa itu tidak memakan mayat itu dan tidak mencabik keledai itu.
13:29 Nabi tua itu mengangkat mayat abdi Allah itu, menaruhnya ke atas keledai dan membawanya kembali ke kotanya sendiri untuk diratapi dan dikuburkan.
13:30 Mayat orang itu dikuburkannya di dalam kuburnya sendiri, maka diratapilah dia: ”Wahai, saudaraku!”
13:31 Setelah ia menguburkannya, ia berkata kepada anak-anaknya: ”Kalau aku mati, kuburkanlah aku dalam kubur ini bersama dengan abdi Allah itu, dan taruhlah tulang-tulangku di sisi tulang-tulangnya.
13:32 Sebab perkataan yang atas perintah Tuhan telah diserukannya terhadap mezbah yang di Betel itu dan terhadap segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria akan betul-betul terjadi.”
13:33 Sesudah peristiwa ini pun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengorbanan. Siapa yang mau saja, ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengorbanan.
13:34 Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah
8:4 lalu berkata kepada Yesus: ”Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: ”Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: ”Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: ”Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Yesus adalah terang dunia
Yohanes 8:12-20
8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
8:13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: ”Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.”
8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ”Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,
8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”
8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: ”Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: ”Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”
8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.
Yesus bukan dari dunia ini
Yohanes 8:21-29
8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: ”Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”
8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: ”Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”
8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”
8:25 Maka kata mereka kepada-Nya: ”Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
8:26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”
8:27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
8:28 Maka kata Yesus: ”Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
8:29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Amsal 20:24-30
20:24 Langkah orang ditentukan oleh Tuhan, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
20:25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan ”Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
20:26 Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik, dan menggilas mereka berulang-ulang.
20:27 Roh manusia adalah pelita Tuhan, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
20:28 Kasih dan setia melindungi raja, dan dengan kasih ia menopang takhtanya.
20:29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.
20:30 Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
JALAN MENUJU BAPA
[1Raj. 12 & 13] [Yoh. 8:2-29] [Mzm. 119:145-152] [Ams. 20:24-30]
Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini" (Yohanes 8:23)
Bayangkan seorang anak yang tersesat di pasar tradisional. Ia berjalan mengikuti keramaian, tetapi semakin lama semakin bingung karena semua jalan terlihat sama. Ia mulai panik, tidak tahu arah pulang. Lalu datang seorang pedagang yang mengenal jalan keluar dan berkata, “Ikutlah aku, aku akan tunjukkan jalan keluar.”
Ilustrasi ini menggambarkan pesan Yesus dalam Yohanes 8. Dunia ini penuh dengan jalan yang membingungkan, penuh godaan dan arah yang salah. Yesus berkata bahwa manusia akan mati dalam dosa jika tidak percaya kepada-Nya. Ia bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari atas, dari Bapa. Hanya melalui Dia kita bisa menemukan jalan keluar menuju kehidupan yang sejati.
Yesus menegaskan bahwa Ia tidak berbicara atas kehendak-Nya sendiri, melainkan sesuai dengan apa yang Ia dengar dari Bapa. Artinya, setiap perkataan-Nya adalah kebenaran yang bisa diandalkan. Sama seperti anak yang tersesat tadi, kita butuh seseorang yang benar-benar tahu arah. Dunia menawarkan banyak jalan pintas, seperti harta, kesenangan, atau popularitas, tetapi semua itu tidak membawa kita kepada Bapa.
Ketaatan Yesus kepada Bapa juga menjadi teladan bagi kita. Ia tidak mencari kehendak-Nya sendiri, melainkan melakukan apa yang Bapa kehendaki. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan, apakah mengikuti keinginan dunia atau taat kepada firman Tuhan. Ketika kita memilih taat, kita sedang berjalan di jalan yang benar, meski kadang terasa sulit.
Pesan ini sangat relevan bagi jemaat yang hidup di tengah tekanan dunia modern. Kita bisa saja sibuk bekerja, mengejar target, atau mencari pengakuan, tetapi jangan sampai lupa bahwa tujuan utama hidup kita adalah kembali kepada Bapa. Yesus berkata dengan jelas, tanpa percaya kepada-Nya manusia akan mati dalam dosa. Tetapi dengan percaya kepada-Nya, kita menerima pengampunan dan hidup kekal.
Renungan ini mengingatkan kita bahwa iman kepada Kristus bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan utama. Sama seperti anak yang tersesat butuh penunjuk jalan, kita butuh Yesus sebagai penuntun hidup. Ia bukan hanya memberi arah, tetapi juga menyertai kita sepanjang perjalanan.
Sahabat Happy Bible Club yang terkasih, jangan biarkan dunia membuat kita tersesat. Ingatlah bahwa Yesus adalah jalan menuju Bapa. Percayalah kepada-Nya, ikutilah firman-Nya, dan taatlah dalam setiap langkah hidup kita. Jika kita merasa bingung atau lemah, ingatlah bahwa Bapa menyertai setiap orang yang percaya. Tetaplah berjalan bersama Kristus, jangan goyah oleh godaan dunia, dan beranilah melangkah dalam terang. Sebab hanya Yesus yang bisa menuntun kita sampai ke rumah Bapa. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)