Mazmur 119:73-80
119:73 Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
119:74 Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat aku dan bersukacita, sebab aku berharap kepada firman-Mu.
119:75 Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.
119:76 Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
119:77 Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.
119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.
119:79 Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
119:80 Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Absalom terpukul kalah dan mati
2 Samuel 18:1-18
18:1 Daud memeriksa barisan tentara yang bersama-sama dengan dia, kemudian ia mengangkat kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus atas mereka.
18:2 Lalu Daud menyuruh tentara itu maju berperang, sepertiga di bawah perintah Yoab, sepertiga lagi di bawah perintah Abisai, anak Zeruya, adik Yoab, dan sepertiga lainnya di bawah perintah Itai, orang Gat itu. Lalu berkatalah raja kepada rakyat: ”Aku juga akan maju berperang bersama-sama dengan kamu.”
18:3 Tetapi tentara itu berkata: ”Janganlah tuanku maju berperang; sebab apabila kami terpaksa melarikan diri, maka mereka tidak akan menghiraukan kami; bahkan sekalipun mati separuh dari pada kami, mereka tidak akan menghiraukan kami; tetapi tuanku sama harganya dengan sepuluh ribu orang dari pada kami. Sebab itu, adalah lebih baik, bahwa tuanku bersedia menolong kami dari kota.”
18:4 Kemudian berkatalah raja kepada mereka: ”Apa yang kamu pandang baik akan kuperbuat.” Lalu berdirilah raja di sisi pintu gerbang dan seluruh tentara itu berjalan ke luar, beratus-ratus dan beribu-ribu.
18:5 Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: ”Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku.” Dan seluruh tentara mendengar, ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom.
18:6 Lalu tentara itu maju ke padang menyerang orang Israel, dan terjadilah pertempuran di hutan Efraim.
18:7 Tentara Israel terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud, dan pada hari itu terjadilah di sana pertumpahan darah yang dahsyat: dua puluh ribu orang tewas.
18:8 Kemudian pertempuran meluas dari sana meliputi seluruh daerah itu, dan hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara dari pada yang dimakan pedang pada hari itu.
18:9 Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus.
18:10 Seseorang melihatnya, lalu memberitahu Yoab, katanya: ”Aku melihat Absalom tergantung pada pohon tarbantin.”
18:11 Yoab berkata kepada orang yang memberitahu kepadanya itu: ”Apa? Jika engkau melihatnya, mengapa engkau tidak membanting dia ke tanah di tempat itu juga? Maka selayaknya aku memberi engkau sepuluh syikal perak dan satu ikat pinggang.”
18:12 Tetapi orang itu berkata kepada Yoab: ”Sekalipun aku mendapat seribu syikal perak di telapak tanganku, takkan aku menjamah anak raja itu, sebab di depan telinga kamilah raja memberi perintah kepadamu dan kepada Abisai dan kepada Itai, katanya: Lindungilah Absalom orang muda itu, karena aku.
18:13 Sebaliknya, jika aku mencabut nyawanya dengan khianat tidak ada sesuatu pun yang tinggal tersembunyi kepada raja – maka engkau akan menjauhkan diri.”
18:14 Tetapi Yoab berkata: ”Aku tidak mau membuang-buang waktu dengan kau seperti ini.” Lalu diambilnyalah tiga lembing dalam tangannya dan ditikamkannya ke dada Absalom, sedang ia masih hidup di tengah-tengah dahan pohon tarbantin itu.
18:15 Kemudian sepuluh bujang, pembawa senjata Yoab, mengelilingi Absalom, lalu memukul dan membunuh dia.
18:16 Sesudah itu Yoab meniup sangkakala, sehingga tentara berhenti mengejar orang Israel; sebab Yoab mau menahan tentaranya itu.
18:17 Lalu mereka mengambil mayat Absalom dan melemparkannya ke dalam lobang yang besar di hutan itu, kemudian mereka mendirikan di atasnya timbunan batu yang sangat besar. Dan seluruh orang Israel melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.
18:18 Sewaktu hidupnya Absalom telah mendirikan bagi dirinya sendiri tugu yang sekarang ada di Lembah Raja, sebab katanya: ”Aku tidak ada anak laki-laki untuk melanjutkan ingatan kepada namaku.” Dan ia telah menamai tugu itu menurut namanya sendiri; sebab itu sampai hari ini tugu itu dinamai orang: tugu peringatan Absalom.
Kabar kematian Absalom disampaikan kepada Daud
2 Samuel 18:19-32
18:19 Kemudian berkatalah Ahimaas bin Zadok: ”Biarlah aku berlari menyampaikan kabar yang baik itu kepada raja, bahwa Tuhan telah memberi keadilan kepadanya dengan melepaskan dia dari tangan musuhnya.”
18:20 Tetapi berkatalah Yoab kepadanya: ”Pada hari ini bukan engkau yang menjadi pembawa kabar, pada hari lain boleh engkau yang menyampaikan kabar, tetapi pada hari ini engkau tidak akan menyampaikan kabar karena anak raja sudah mati.”
18:21 Lalu berkatalah Yoab kepada seorang Etiopia: ”Pergilah, beritahukanlah kepada raja apa yang kaulihat.” Orang Etiopia itu sujud menyembah kepada Yoab, lalu berlari pergi.
18:22 Tetapi berkatalah sekali lagi Ahimaas bin Zadok kepada Yoab: ”Apa pun yang terjadi, izinkanlah juga aku berlari pergi menyusul orang Etiopia itu.” Tetapi kata Yoab: ”Mengapa juga engkau mau berlari pergi, anakku? Apakah engkau membawa kabar yang menguntungkanmu?”
18:23 Jawabnya: ”Apa pun yang terjadi, aku mau berlari pergi.” Lalu berkatalah Yoab kepadanya: ”Kalau demikian larilah.” Maka berlarilah Ahimaas mengambil jalan dari Lembah Yordan, sehingga ia mendahului orang Etiopia itu.
18:24 Adapun Daud duduk di antara kedua pintu gerbang sedang penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. Ketika ia melayangkan pandangnya, dilihatnyalah orang datang berlari, seorang diri saja.
18:25 Berserulah penjaga memberitahu raja, lalu raja berkata: ”Jika ia seorang diri, maka kabar yang baiklah disampaikannya.” Sementara orang itu mendekat,
18:26 penjaga itu melihat seorang lain datang berlari, lalu penjaga itu menyerukan kepada penunggu pintu gerbang, katanya: ”Lihat, ada lagi orang datang berlari, seorang diri.” Berkatalah raja: ”Itu pun pembawa kabar yang baik.”
18:27 Sesudah itu berkatalah penjaga: ”Aku lihat cara berlari orang yang pertama itu seperti cara berlari Ahimaas bin Zadok.” Berkatalah raja: ”Itu orang baik, ia datang membawa kabar yang baik.”
18:28 Lalu Ahimaas berseru, katanya kepada raja: ”Selamat!” Kemudian sujudlah ia menyembah kepada raja dengan mukanya ke tanah serta berkata: ”Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah menyerahkan orang-orang yang menggerakkan tangannya melawan tuanku raja.”
18:29 Lalu bertanyalah raja: ”Selamatkah Absalom, orang muda itu?” Jawab Ahimaas: ”Aku melihat keributan yang besar, ketika Yoab menyuruh pergi hamba raja, hambamu ini, tetapi aku tidak tahu apa itu.”
18:30 Kemudian berkatalah raja: ”Pergilah ke samping, berdirilah di sini.” Ia pergi ke samping dan tinggal berdiri.
18:31 Maka datanglah orang Etiopia itu. Kata orang Etiopia itu: ”Tuanku raja mendapat kabar yang baik, sebab Tuhan telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini dengan melepaskan tuanku dari tangan semua orang yang bangkit menentang tuanku.”
18:32 Tetapi bertanyalah raja kepada orang Etiopia itu: ”Selamatkah Absalom, orang muda itu?” Jawab orang Etiopia itu: ”Biarlah seperti orang muda itu musuh tuanku raja dan semua orang yang bangkit menentang tuanku untuk berbuat jahat.”
Kesedihan Daud
2 Samuel 18:33–19:8
18:33 Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: ”Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!”
19:1 Lalu diberitahukanlah kepada Yoab: ”Ketahuilah, raja menangis dan berkabung karena Absalom.”
19:2 Pada hari itulah kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara, sebab pada hari itu tentara itu mendengar orang berkata: ”Raja bersusah hati karena anaknya.”
19:3 Sebab itu tentara itu masuk kota dengan diam-diam pada hari itu, seperti tentara yang kena malu kembali dengan diam-diam karena melarikan diri dari pertempuran.
19:4 Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: ”Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!”
19:5 Lalu masuklah Yoab menghadap raja di kediamannya serta berkata: ”Pada hari ini engkau mempermalukan semua hambamu, yang telah menyelamatkan nyawamu pada hari ini dan nyawa anak-anakmu laki-laki dan perempuan dan nyawa isteri-isterimu dan nyawa gundik-gundikmu,
19:6 dengan mencintai orang-orang yang benci kepadamu, dan dengan membenci orang-orang yang cinta kepadamu! Karena pada hari ini engkau menunjukkan bahwa panglima-panglima dan anak buah tidak berarti apa-apa bagimu. Bahkan aku mengerti pada hari ini, bahwa seandainya Absalom masih hidup dan kami semua mati pada hari ini, maka hal itu kaupandang baik.
19:7 Oleh sebab itu, bangunlah, pergilah ke luar dan berbicaralah menenangkan hati orang-orangmu. Sebab aku bersumpah demi Tuhan, apabila engkau tidak keluar, maka seorang pun tidak akan ada yang tinggal bersama-sama dengan engkau pada malam ini; dan hal ini berarti celaka bagimu melebihi segala celaka yang telah kaualami sejak kecilmu sampai sekarang.”
19:8 Lalu bangunlah raja dan duduk di pintu gerbang. Maka diberitahukanlah kepada seluruh rakyat, demikian: ”Ketahuilah, raja duduk di pintu gerbang.” Kemudian datanglah seluruh rakyat itu menghadap raja.
Adapun orang Israel sudah melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.
Pemikiran untuk membawa Daud kembali
2 Samuel 19:9-14
19:9 Seluruh rakyat dari semua suku Israel berbantah-bantah, katanya: ”Raja telah melepaskan kita dari tangan musuh kita, dialah yang telah menyelamatkan kita dari tangan orang Filistin. Dan sekarang ia sudah melarikan diri dari dalam negeri karena Absalom;
19:10 tetapi Absalom yang telah kita urapi untuk memerintah kita, sudah mati dalam pertempuran. Maka sekarang, mengapa kamu berdiam diri dengan tidak membawa raja kembali?”
19:11 Raja Daud telah menyuruh orang kepada Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dengan pesan: ”Berbicaralah kepada para tua-tua Yehuda, demikian: Mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk membawa raja kembali ke istananya?” Sebab perkataan seluruh Israel telah sampai kepada raja.
19:12 ”Kamulah saudara-saudaraku, kamulah darah dagingku; mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk membawa raja kembali?
19:13 Dan kepada Amasa haruslah kamu katakan: Bukankah engkau darah dagingku? Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau tidak tetap menjadi panglimaku menggantikan Yoab.”
19:14 Demikianlah dibelokkannya hati semua orang Yehuda secara serentak, sehingga mereka menyuruh menyampaikan kepada raja pesan ini: ”Kembalilah, tuanku dan semua anak buahmu.”
Raja berangkat pulang – Simei menyongsong raja
2 Samuel 19:15-23
19:15 Lalu berangkatlah raja pulang dan sampailah ia ke tepi sungai Yordan. Sementara itu orang Yehuda telah sampai ke Gilgal untuk menyongsong raja dan untuk membawa raja menyeberang sungai Yordan.
19:16 Juga Simei bin Gera, orang Benyamin yang dari Bahurim itu, cepat-cepat datang bersama-sama dengan orang-orang Yehuda untuk menyongsong raja Daud.
19:17 Juga ada seribu orang dari daerah Benyamin bersama-sama dengan dia. Dan Ziba, hamba keluarga Saul, dan kelima belas anaknya laki-laki dan kedua puluh hambanya bersama-sama dengan dia datang tergesa-gesa ke sungai Yordan mendahului raja,
19:18 lalu menyeberang dari tempat penyeberangan untuk menyeberangkan keluarga raja dan untuk melakukan apa yang dipandangnya baik. Maka Simei bin Gera sujud di depan raja, ketika raja hendak menyeberangi sungai Yordan,
19:19 dan berkata kepada raja: ”Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem; janganlah kiranya raja memperhatikannya lagi.
19:20 Sebab hambamu ini tahu bahwa hamba telah berbuat dosa; dan lihatlah, pada hari ini akulah yang pertama-tama datang dari seluruh keturunan Yusuf untuk menyongsong tuanku raja.”
19:21 Lalu berbicaralah Abisai, anak Zeruya, katanya: ”Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi Tuhan?”
19:22 Tetapi Daud berkata: ”Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya, sehingga kamu pada hari ini menjadi lawanku? Masakan pada hari ini seorang dihukum mati di Israel! Sebab bukankah aku tahu, bahwa aku pada hari ini adalah raja atas Israel?”
19:23 Kemudian berkatalah raja kepada Simei: ”Engkau tidak akan mati.” Lalu raja bersumpah kepadanya.
Mefiboset menyongsong raja
2 Samuel 19:24-30
19:24 Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat.
19:25 Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: ”Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?”
19:26 Jawabnya: ”Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! – sebab hambamu ini timpang.
19:27 Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.
19:28 Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?”
19:29 Tetapi raja berkata kepadanya: ”Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.”
19:30 Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: ”Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.”
Barzilai ikut mengantarkan raja
2 Samuel 19:31-39
19:31 Juga Barzilai, orang Gilead itu, telah datang dari Rogelim dan ikut bersama-sama raja ke sungai Yordan untuk mengantarkannya sampai di sana.
19:32 Barzilai itu sudah sangat tua, delapan puluh tahun umurnya. Ia menyediakan makanan bagi raja selama ia tinggal di Mahanaim, sebab ia seorang yang sangat kaya.
19:33 Berkatalah raja kepada Barzilai: ”Ikutlah aku, aku akan memelihara engkau di tempatku di Yerusalem.”
19:34 Tetapi Barzilai menjawab raja: ”Berapa tahun lagikah aku hidup, sehingga aku harus pergi bersama-sama dengan raja ke Yerusalem?
19:35 Sekarang ini aku telah berumur delapan puluh tahun; masakan aku masih dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik? Atau masih dapatkah hambamu ini merasai apa yang hamba makan atau apa yang hamba minum? Atau masih dapatkah aku mendengarkan suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Apa gunanya hambamu ini lagi menjadi beban bagi tuanku raja?
19:36 Sepotong jalan saja hambamu ini berjalan ke seberang sungai Yordan bersama-sama dengan raja. Mengapa raja memberikan ganjaran yang sedemikian kepadaku?
19:37 Biarkanlah hambamu ini pulang, sehingga aku dapat mati di kotaku sendiri, dekat kubur ayahku dan ibuku. Tetapi inilah hambamu Kimham, ia boleh ikut dengan tuanku raja; perbuatlah kepadanya apa yang tuanku pandang baik.”
19:38 Lalu berbicaralah raja: ”Baiklah Kimham ikut dengan aku; aku akan berbuat kepadanya apa yang kaupandang baik, dan segala yang kaukehendaki dari padaku akan kulakukan untukmu.”
19:39 Kemudian seluruh rakyat menyeberangi sungai Yordan. Juga raja menyeberang, setelah berpamitan dengan Barzilai dengan ciuman. Lalu orang ini pun pulanglah ke tempat kediamannya.
Orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda mempertengkarkan raja
2 Samuel 19:40-43
19:40 Sesudah itu berjalanlah raja terus ke Gilgal, dan Kimham ikut dengan dia. Seluruh rakyat Yehuda bersama-sama setengah dari rakyat Israel telah mengantarkan raja.
19:41 Tetapi seluruh orang Israel datang menghadap raja dan berkata kepada raja: ”Mengapa saudara-saudara kami, orang-orang Yehuda itu, menculik raja dan membawa dia menyeberangi sungai Yordan dengan keluarganya dan semua orang Daud yang menyertai dia?”
19:42 Lalu semua orang Yehuda menjawab orang-orang Israel itu: ”Oleh karena raja kerabat kami. Mengapa kamu menjadi marah karena hal ini? Apakah kami makan apa-apa atas biaya raja? Apakah kami mendapat keuntungan?”
19:43 Tetapi orang-orang Israel itu menjawab orang-orang Yehuda: ”Kami sepuluh kali lebih berhak atas raja. Sebagai anak sulung kami melebihi kamu. Mengapa kamu memandang kami rendah? Bukankah kami yang pertama-tama harus membawa raja kami kembali?” Tetapi perkataan orang-orang Yehuda itu lebih pedas dari pada perkataan orang-orang Israel.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Percakapan dengan perempuan Samaria
Yohanes 4:1-30
4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
4:2 – meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, –
4:3 Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
4:4 Ia harus melintasi daerah Samaria.
4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: ”Berilah Aku minum.”
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: ”Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
4:10 Jawab Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
4:13 Jawab Yesus kepadanya: ”Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
4:16 Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
4:17 Kata perempuan itu: ”Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: ”Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
4:21 Kata Yesus kepadanya: ”Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: ”Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
4:26 Kata Yesus kepadanya: ”Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: ”Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
4:29 ”Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
4:30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 18:1-8
18:1 Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.
18:2 Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.
18:3 Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan dan cela disertai cemooh.
18:4 Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.
18:5 Tidak baik berpihak kepada orang fasik dengan menolak orang benar dalam pengadilan.
18:6 Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.
18:7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.
18:8 Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.
Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
PENYEMBAH YANG BENAR
[2Sam. 18 & 19] [Yoh. 4:1-30] [Mzm. 119:73-80] [Ams. 18:1-8]
Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:21, 24)
Perkataan Yesus dalam Yohanes 4:21, 24 disampaikan ketika Ia berbicara dengan perempuan Samaria di tepi sumur. Pada waktu itu terjadi perdebatan antara orang Yahudi dan Samaria mengenai tempat penyembahan yang benar. Orang Samaria menyembah di Gunung Gerizim, sedangkan orang Yahudi berpusat di Yerusalem. Namun Yesus membawa perempuan itu kepada pengertian yang lebih dalam: penyembahan sejati bukan lagi soal tempat, melainkan soal hati dan relasi yang benar dengan Allah.
Melalui perkataan-Nya, Yesus menegaskan bahwa Allah mencari penyembah yang datang kepada-Nya dalam roh dan kebenaran. Ini berarti penyembahan yang sejati tidak hanya bersifat lahiriah atau ritual, tetapi lahir dari hati yang sungguh mengenal Tuhan. Maka kita akan belajar dari ketiga poin berikut:
Pertama: PENYEMBAHAN SEJATI TIDAK DIBATASI TEMPAT
Yesus berkata bahwa akan datang waktunya orang menyembah Bapa bukan di gunung maupun di Yerusalem. Ini menunjukkan bahwa hadirat Allah tidak terbatas pada lokasi tertentu. Dalam Perjanjian Baru, penyembahan tidak lagi berpusat pada bangunan atau tempat tertentu, tetapi pada hubungan pribadi dengan Tuhan. Gereja penting sebagai tempat persekutuan, tetapi penyembahan sejati terjadi ketika hati manusia datang kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Karena itu, penyembahan bukan hanya terjadi saat ibadah hari Minggu, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari yang memuliakan Tuhan.
Kedua: ALLAH ADALAH ROH
Yesus berkata, “Allah itu Roh.” Ini menegaskan bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh bentuk lahiriah manusia. Ia melihat hati, motivasi, dan kehidupan batin seseorang. Seringkali manusia fokus pada penampilan luar dalam beribadah, tetapi Tuhan melihat ketulusan hati. Penyembahan yang sejati bukan sekadar nyanyian, liturgi, atau aktivitas rohani, melainkan hidup yang sungguh mengasihi dan taat kepada Tuhan. Karena Allah adalah Roh, maka hubungan dengan-Nya harus lahir dari hati yang hidup dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Ketiga: PENYEMBAHAN HARUS DALAM ROH DAN KEBENARAN
Menyembah dalam roh berarti penyembahan yang lahir dari hati yang sungguh-sungguh, hidup, dan memiliki relasi dengan Tuhan. Sedangkan menyembah dalam kebenaran berarti penyembahan yang sesuai dengan firman Allah dan berpusat kepada Kristus sebagai kebenaran sejati. Penyembahan yang hanya emosional tanpa dasar kebenaran akan mudah goyah. Sebaliknya, penyembahan yang hanya formal tanpa hati yang hidup akan menjadi kosong. Tuhan menghendaki keduanya berjalan bersama: hati yang menyala bagi Tuhan dan hidup yang berdasar pada firman-Nya. Penyembahan sejati bukan hanya apa yang terjadi di bibir, tetapi juga tercermin melalui hidup yang benar di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan ini mengajak kita untuk memeriksa kembali kualitas penyembahan kita. Apakah kita datang kepada Tuhan hanya sebagai rutinitas, atau sungguh-sungguh menyembah Dia dengan hati yang tulus? Tuhan tidak mencari kemegahan ibadah, tetapi hati yang hidup dalam roh dan kebenaran. Karena itu, marilah kita menjadi penyembah yang benar, yang bukan hanya memuliakan Tuhan lewat perkataan, tetapi juga melalui kehidupan yang taat, kudus, dan berkenan kepada-Nya setiap hari, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)