Bacaan Tanggal
27 May 2026


Mazmur 119:105-112

119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

119:106 Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.

119:107 Aku sangat tertindas, ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

119:108 Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya Tuhan, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku.

119:109 Aku selalu mempertaruhkan nyawaku, namun Taurat-Mu tidak kulupakan.

119:110 Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titah-Mu.

119:111 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

119:112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Pesan Daud yang terakhir sebelum meninggal
1 Raja-Raja 2:1-12

2:1 Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:  

2:2 ”Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.  

2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,  

2:4 dan supaya Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

2:5 Dan lagi engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.  

2:6 Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.

2:7 Tetapi kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead itu, haruslah kautunjukkan kemurahan hati. Biarlah mereka termasuk golongan yang mendapat makanan dari mejamu, sebab mereka pun menunjukkan kesetiaannya dengan menyambut aku pada waktu aku melarikan diri dari depan kakakmu Absalom.  

2:8 Juga masih ada padamu Simei bin Gera, orang Benyamin, dari Bahurim. Dialah yang mengutuki aku dengan kutuk yang kejam pada waktu aku pergi ke Mahanaim, tetapi kemudian ia datang menyongsong aku di sungai Yordan dan aku telah bersumpah kepadanya demi Tuhan: Takkan kubunuh engkau dengan pedang!  

2:9 Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman, sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kaulakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati.”

2:10 Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.

2:11 Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.  

2:12 Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.


Tindakan-tindakan Salomo untuk mengokohkan takhtanya
1 Raja-Raja 2:13-46

2:13 Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo, lalu perempuan itu berkata: ”Apakah engkau datang dengan maksud damai?” Jawabnya: ”Ya, damai!”  

2:14 Kemudian katanya: ”Ada sesuatu yang hendak kukatakan kepadamu.” Jawab perempuan itu: ”Katakanlah!”  

2:15 Lalu katanya: ”Engkau sendiri tahu bahwa akulah yang berhak atas kedudukan raja, dan bahwa seluruh Israel mengharapkan, supaya aku menjadi raja; tetapi sebaliknya kedudukan raja jatuh kepada adikku, sebab dari Tuhanlah ia mendapatnya.  

2:16 Dan sekarang, satu permintaan saja kusampaikan kepadamu; janganlah tolak permintaanku.” Jawab perempuan itu kepadanya: ”Katakanlah!”  

2:17 Maka katanya: ”Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku.”  

2:18 Jawab Batsyeba: ”Baik, aku akan membicarakan hal itu untuk engkau dengan raja.”

2:19 Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya.  

2:20 Berkatalah perempuan itu: ”Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku.” Jawab raja kepadanya: ”Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu.”  

2:21 Kata perempuan itu: ”Biarlah Abisag, gadis Sunem itu, diberikan kepada kakakmu Adonia menjadi isterinya.”  

2:22 Tetapi raja Salomo menjawab ibunya: ”Mengapa engkau meminta hanya Abisag, gadis Sunem itu, untuk Adonia? Minta jugalah untuknya kedudukan raja! Bukankah dia saudaraku yang lebih tua, dan di pihaknya ada imam Abyatar dan Yoab, anak Zeruya?”  

2:23 Lalu bersumpahlah raja Salomo demi Tuhan: ”Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika Adonia tidak membayarkan nyawanya dengan permintaan ini!  

2:24 Oleh sebab itu, demi Tuhan yang hidup, yang menegakkan aku dan mendudukkan aku di atas takhta Daud, ayahku, dan yang membuat bagiku suatu keluarga seperti yang dijanjikan-Nya: pada hari ini juga Adonia harus dibunuh.”  

2:25 Lalu raja Salomo menyerahkan hal itu kepada Benaya bin Yoyada; orang ini memancung dia sehingga mati.

2:26   Dan kepada imam Abyatar raja berkata: ”Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan Allah di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku.”  

2:27 Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam Tuhan. Dengan demikian Salomo memenuhi firman Tuhan yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga Eli.

2:28 Ketika kabar itu sampai kepada Yoab – memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom – maka larilah Yoab ke kemah Tuhan, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.  

2:29 Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah Tuhan, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: ”Pergilah, pancung dia.”  

2:30 Benaya masuk ke dalam kemah Tuhan serta berkata kepadanya: ”Beginilah kata raja: Keluarlah.” Jawabnya: ”Tidak, sebab di sinilah aku mau mati.” Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: ”Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku.”  

2:31 Kata raja kepadanya: ”Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.  

2:32 Dan Tuhan akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.  

2:33 Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada Tuhan sampai selama-lamanya.”  

2:34 Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, kemudian dia dikuburkan di rumahnya sendiri di padang gurun.  

2:35 Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar.

2:36 Kemudian raja menyuruh memanggil Simei, dan berkata kepadanya: ”Dirikanlah bagimu sebuah rumah di Yerusalem, diamlah di sana, dan janganlah keluar dari sana ke mana-mana pun.  

2:37 Sebab ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan menyeberangi sungai Kidron, pastilah engkau mati dibunuh dan darahmu akan ditanggungkan kepadamu sendiri.”  

2:38 Lalu berkatalah Simei kepada raja: ”Baiklah demikian! Seperti yang tuanku raja katakan, demikianlah akan dilakukan hambamu ini.” Lalu Simei diam di Yerusalem beberapa waktu lamanya.

2:39 Dan sesudah lewat tiga tahun, terjadilah bahwa dua orang hamba Simei lari kepada Akhis bin Maakha, raja Gat, lalu diberitahukan kepada Simei: ”Ketahuilah, kedua orang hambamu ada di Gat.”

2:40 Maka berkemaslah Simei, dipelanainya keledainya, dan pergilah ia ke Gat, kepada Akhis, untuk mencari hambanya itu. Lalu Simei pulang dan membawa mereka dari Gat.

2:41 Ketika diberitahukan kepada Salomo, bahwa tadinya Simei pergi dari Yerusalem ke Gat dan sekarang sudah pulang,

2:42 maka raja menyuruh memanggil Simei dan berkata kepadanya: ”Bukankah aku telah menyuruh engkau bersumpah demi Tuhan dan telah memperingatkan engkau, begini: Ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan pergi ke mana-mana pun, pastilah engkau mati dibunuh! Dan engkau telah menjawab: Baiklah demikian, aku akan mentaatinya.

2:43 Mengapa engkau tidak menepati sumpah demi Tuhan itu dan juga perintah yang kuperintahkan kepadamu?”

2:44 Kemudian kata raja kepada Simei: ”Engkau sendiri tahu dalam hatimu segala kejahatan yang kauperbuat kepada Daud, ayahku, maka Tuhan telah menanggungkan kejahatanmu itu kepadamu sendiri.

2:45 Tetapi diberkatilah kiranya raja Salomo dan kokohlah takhta Daud di hadapan Tuhan sampai selama-lamanya.”

2:46 Raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo.


Doa Salomo memohon hikmat
1 Raja-Raja 3:1-15
(2Taw. 1:1-13)

3:1 Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah Tuhan dan tembok sekeliling Yerusalem.

3:2 Hanya, bangsa itu masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, sebab belum ada didirikan rumah untuk nama Tuhan sampai pada waktu itu.  

3:3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.

3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.  

3:5 Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: ”Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”  

3:6 Lalu Salomo berkata: ”Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.  

3:7 Maka sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.  

3:8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.  

3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”  

3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.  

3:11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: ”Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,  

3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.  

3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.  

3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.”  

3:15 Lalu terjagalah Salomo; ternyata ia bermimpi. Sekembalinya ke Yerusalem, berdirilah ia di hadapan tabut perjanjian Tuhan, dipersembahkannya korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan, kemudian ia mengadakan perjamuan bagi semua pegawainya.


Hikmat Salomo pada waktu memberi keputusan
1 Raja-Raja 3:16-28

3:16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.  

3:17 Kata perempuan yang satu: ”Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.  

3:18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.  

3:19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.  

3:20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.  

3:21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan.”  

3:22 Kata perempuan yang lain itu: ”Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati.” Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: ”Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka bertengkar di depan raja.  

3:23 Lalu berkatalah raja: ”Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.”  

3:24 Sesudah itu raja berkata: ”Ambilkan aku pedang,” lalu dibawalah pedang ke depan raja.  

3:25 Kata raja: ”Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.”  

3:26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: ”Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Tetapi yang lain itu berkata: ”Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!”  

3:27 Tetapi raja menjawab, katanya: ”Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya.”  

3:28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Yesus memberi makan lima ribu orang
Yohanes 6:1-15
(Mat. 14:13-21; Mrk. 6:32-44; Luk. 9:10-17)

6:1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.  

6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.  

6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.  

6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.  

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: ”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”  

6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  

6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: ”Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”  

6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:  

6:9 ”Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”  

6:10 Kata Yesus: ”Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.  

6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.  

6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”  

6:13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.  

6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: ”Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.”

6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.


Yesus berjalan di atas air
Yohanes 6:16-21
(Mat. 14:22-33; Mrk. 6:45-52)

6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu  

6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,  

6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang.  

6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.  

6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Aku ini, jangan takut!”  

6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.


Orang banyak mencari Yesus
Yohanes 6:22-24

6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.

6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 19:10-20

19:10 Kemewahan tidak layak bagi orang bebal, apalagi bagi seorang budak memerintah pembesar.

19:11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

19:12 Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.

19:13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.

19:14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan.

19:15 Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.

19:16 Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati.

19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.

19:18 Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

19:19 Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
PENUNTUN LANGKAH

[1Raj. 2 & 3] [Yoh. 6:1-24] [Mzm. 119:105-112] [Ams. 19:10-20]

"FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105)

Apa jadinya jika sebuah mobil tidak memiliki lampu? Pasti tidak bisa digunakan saat malam hari karena tidak dapat melihat jalan bagi si pengemudi, bahkan bisa mendatangkan celaka seperti tabrakan, terperosok ke dalam lubang, salah jalan. Lampu bagi sebuah mobil adalah sarana untuk menerangi jalan agar dapat dikemudikan di malam hari atau dalam keadaan gelap, dan melihat jalan di depannya agar sampai ke tujuan. Demikian pula dengan firman Tuhan yang merupakan penerang untuk menuntun langkah kita agar tiba di tujuan dengan selamat.

Firman Tuhan akan menerangi langkah kita jika ditaati, ia akan memberi hikmat bagi yang merenungkannya dengan sungguh-sungguh. Dengan membaca firman Tuhan akan membawa kepada pengenalan akan Bapa dan Tuhan kita, jika semakin mengenalNya membawa kita semakin mengerti kehendakNya, hikmat diperoleh. Dengan demikian maka jalan kita menjadi terang, tahu arah dan tujuan sehingga tidak tersesat di jalan, dapat melihat lubang atau perangkap yang ada di sepanjang jalan, berhati-hati agar tidak bertabrakan dengan orang lain. Di dalam terang, semuanya menjadi jelas dan terbaca, sedangkan di dalam kegelapan mudah tersesat.

Fungsi dan peran kita sebagai anak Tuhan di dalam bermasyarakat juga dituntun oleh terang firman-Nya. Kita menjadi tahu apa yang harus diakukan, hidup kita sudah ditebus oleh darah Yesus karena itu kita harus hidup menjadi saksi-Nya. Hidup kudus, menjauhi dosa, melayani Tuhan dan sesama, menyenangkan hati-Nya adalah identitas kita sebagai pengikut Kristus. Di tengah gelapnya dunia, firman Tuhan adalah terang yang mengusir kegelapan itu. Perbuatan-perbuatan gelap di dalam dunia yang penuh dengan dosa ini seringkali menyeret anak-anak Tuhan untuk masuk ke dalam perangkap Iblis yang menargetkan kejatuhan umat pilihan-Nya. Janganlah kita menjadi bodoh sehingga turut serta mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan gelap yang tidak berbuahkan apa-apa, sebaliknya kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan itu dengan terang firman-Nya (Efesus 5:8). Hiduplah menghasilkan buah yang baik sehingga Allah dipermuliakan.

Cintailah firman-Nya, jadikanlah Firman pegangan di dalam melangkah di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Firman-Nya adalah penuntun langkah hidup kita untuk masuk dalam rencana-Nya yang kudus. Kehidupan kita telah dijamin-Nya di dalam kekekalan. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan firman-Nya, agar tiba di tujuan dengan selamat yaitu hidup yang memuliakan Tuhan. (AD)