Bacaan Tanggal
26 May 2026


Mazmur 119:97-104

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Pendaftaran dan hukuman
2 Samuel 24:1-17
(1Taw. 21:1-17)

24:1 Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: ”Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.”  

24:2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: ”Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.”  

24:3 Lalu berkatalah Yoab kepada raja: ”Kiranya Tuhan, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?”  

24:4 Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab dan oleh para panglima tentara. Maka pergilah Yoab dan panglima-panglima tentara itu atas perintah raja untuk mengadakan pendaftaran di antara bangsa Israel.  

24:5 Mereka menyeberangi sungai Yordan, lalu mulai dari Aro”er dan dari kota yang terletak di tengah-tengah lembah ke arah Gad dan Yaezer.  

24:6 Kemudian sampailah mereka ke Gilead dan ke Kadesh di negeri orang Het. Selanjutnya sampailah mereka ke Dan dan dari Dan mengambil jurusan Sidon.  

24:7 Kemudian sampailah mereka ke tempat yang berkubu, Tirus, dan ke segala kota orang Hewi dan orang Kanaan; akhirnya tibalah mereka di bagian selatan Yehuda, di Bersyeba.  

24:8 Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari.  

24:9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.

24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada Tuhan: ”Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”  

24:11 Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman Tuhan kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:  

24:12 ”Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman Tuhan: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.”  

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: ”Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.”  

24:14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: ”Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

24:15 Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.  

24:16 Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah Tuhan karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: ”Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.” Pada waktu itu malaikat Tuhan itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.  

24:17 Dan berkatalah Daud kepada Tuhan, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: ”Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.”


Mezbah didirikan dekat Yerusalem
Tulah berhenti
2 Samuel 24:18-25
(1Taw. 21:18-27)

24:18 Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: ”Pergilah, dirikanlah mezbah bagi Tuhan di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu.”

24:19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan Tuhan.

24:20 Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah.

24:21 Bertanyalah Arauna: ”Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?” Jawab Daud: ”Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi Tuhan, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat.”

24:22 Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: ”Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar.

24:23 Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja.” Arauna berkata pula kepada raja: ”Kiranya Tuhan, Allahmu, berkenan kepadamu.”

24:24 Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: ”Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.” Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.

24:25 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi Tuhan dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka Tuhan mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.


Hari tua Daud dan soal penggantinya
1 Raja-Raja 1:1-27

1:1 Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.  

1:2 Lalu para pegawainya berkata kepadanya: ”Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas.”  

1:3 Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.  

1:4 Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.

1:5 Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: ”Aku ini mau menjadi raja.” Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.  

1:6 Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: ”Mengapa engkau berbuat begitu?” Ia pun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.  

1:7 Maka berundinglah ia dengan Yoab, anak Zeruya dan dengan imam Abyatar dan mereka menjadi pengikut dan pembantu Adonia.  

1:8 Tetapi imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan nabi Natan dan Simei dan Rei dan para pahlawan Daud tidak memihak kepada Adonia.

1:9 Sesudah itu Adonia mempersembahkan domba, lembu dan ternak gemukan sebagai korban dekat batu Zohelet yang ada di samping En-Rogel, lalu mengundang semua saudaranya, anak-anak raja, dan semua orang Yehuda, pegawai-pegawai raja;  

1:10 tetapi nabi Natan dan Benaya dan para pahlawan dan Salomo, adiknya, tidak diundangnya.

1:11 Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: ”Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?  

1:12 Karena itu, baiklah kuberi nasihat kepadamu, supaya engkau dapat menyelamatkan nyawamu dan nyawa anakmu Salomo.  

1:13 Pergilah masuk menghadap raja Daud dan katakan kepadanya: Bukankah tuanku sendiri, ya rajaku, telah bersumpah kepada hambamu ini: Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku? Mengapakah sekarang Adonia menjadi raja?  

1:14 Dan selagi engkau berbicara di sana dengan raja, aku pun akan masuk pula dan menyokong perkataanmu itu.”  

1:15 Jadi masuklah Batsyeba menghadap raja ke dalam kamarnya. Waktu itu raja sudah sangat tua dan Abisag, gadis Sunem itu, melayani raja.  

1:16 Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: ”Ada yang kauingini?”  

1:17 Lalu perempuan itu berkata kepadanya: ”Tuanku sendiri telah bersumpah demi Tuhan, Allahmu, kepada hambamu ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan ia akan duduk di atas takhtaku.  

1:18 Tetapi sekarang, lihatlah, Adonia telah menjadi raja, sedang tuanku raja sendiri tidak mengetahuinya.  

1:19 Ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba, dan telah mengundang semua anak raja dan imam Abyatar dan Yoab, panglima itu, tetapi hambamu Salomo tidak diundangnya.  

1:20 Dan kepadamulah, ya tuanku raja, tertuju mata seluruh orang Israel, supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku.  

1:21 Nanti aku ini dan anakku Salomo dituduh bersalah segera sesudah tuanku raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.”

1:22 Selagi Batsyeba berbicara dengan raja, datanglah nabi Natan.  

1:23 Diberitahukan kepada raja: ”Itu ada nabi Natan.” Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah.  

1:24 Natan berkata: ”Ya tuanku raja, tuanku sendirilah rupa-rupanya yang telah berkata: Adonia akan menjadi raja sesudah aku dan ia akan duduk di atas takhtaku!  

1:25 Sebab pada hari ini ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba; ia mengundang semua anak raja, para panglima dan imam Abyatar, dan sesungguhnya mereka sedang makan minum di depannya sambil berseru: Hidup raja Adonia!  

1:26 Tetapi hambamu ini, dan imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan hambamu Salomo tidak diundangnya.  

1:27 Jika hal ini terjadi dari pihak tuanku raja, maka engkau tidak memberitahu hamba-hambamu ini, siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku.”


Salomo diurapi menjadi raja
1 Raja-Raja 1:28-53

1:28 Lalu raja Daud menjawab, katanya: ”Panggillah Batsyeba.” Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.  

1:29 Lalu raja bersumpah dan berkata: ”Demi Tuhan yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,  

1:30 pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi Tuhan, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku.”  

1:31 Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: ”Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!”

1:32 Lagi kata raja Daud: ”Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada.” Mereka masuk menghadap raja,  

1:33 dan raja berkata kepada mereka: ”Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon.  

1:34 Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!  

1:35 Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda.”  

1:36 Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja: ”Amin! Demikianlah kiranya firman Tuhan, Allah tuanku raja!  

1:37 Seperti Tuhan menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Salomo; semoga Ia membuat takhta Salomo lebih agung dari takhta tuanku raja Daud.”

1:38 Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon.

1:39 Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: ”Hidup raja Salomo!”  

1:40 Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.

1:41 Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: ”Apakah sebabnya kota begitu ribut?”

1:42 Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: ”Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik.”  

1:43 Tetapi Yonatan menjawab Adonia: ”Tidak! Tuan kita raja Daud telah mengangkat Salomo menjadi raja.  

1:44 Raja telah menyuruh supaya imam Zadok, dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, menyertai Salomo dan mereka menaikkan dia ke atas bagal betina raja.  

1:45 Imam Zadok, dan nabi Natan mengurapi dia di Gihon menjadi raja, dan dari sana mereka sudah pulang dengan bersukaria, sehingga kota menjadi ribut, itulah bunyi yang kamu dengar tadi.  

1:46 Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan;  

1:47 juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan raja pun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya,  

1:48 dan beginilah katanya: Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan.”  

1:49 Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.

1:50 Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.

1:51 Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: ”Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang.”

1:52 Lalu kata Salomo: ”Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambut pun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh.”

1:53 Dan raja Salomo menyuruh orang menjemput dia dari mezbah itu. Ketika ia masuk, sujudlah ia menyembah kepada raja Salomo, lalu Salomo berkata kepadanya: ”Pergilah ke rumahmu.”



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya
Yohanes 5:19-47

5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.  

5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.  

5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.  

5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,  

5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.  

5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  

5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.  

5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.  

5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  

5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.  

5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;  

5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.  

5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;  

5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.  

5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.  

5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.  

5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,  

5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.  

5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,  

5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.  

5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.  

5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.  

5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?  

5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.  

5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.  

5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?”



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Iindonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 19:1-9

19:1 Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.

19:2 Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

19:3 Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap Tuhan.

19:4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.

19:5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.

19:6 Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi.

19:7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.

19:8 Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.

19:9 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Iindonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
LEBIH BIJAK KARENA FIRMAN

[2Sam. 24 & 1Raj. 1] [Yoh. 5:19-47] [Mzm. 119:97-104] [Ams. 19:1-9]

"Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari musuh-musuhku... Aku lebih berakal budi dari semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu" (Mazmur 119:98–100)

Bayangkan dua orang yang sedang mempersiapkan ujian yang sama. Yang pertama membaca buku teks dari awal hingga akhir, menandai setiap konsep penting, dan membacanya berulang-ulang. Yang kedua hanya membacanya sekilas dan lebih mengandalkan cerita temannya. Saat hari ujian tiba, kira-kira siapa yang masuk ruang kelas dengan percaya diri dan tenang?  

Kitab Mazmur menggambarkan sesuatu yang serupa. Dalam Mazmur 119:98–100, penulis membuat pernyataan yang berani: waktu yang dihabiskan bersama firman Tuhan akan menghasilkan kebijaksanaan yang melampaui apa yang bisa diberikan oleh pengalaman, status, atau pendidikan formal. Ada 3 Hal yang bisa kita pelajari:

Pertama: Firman Tuhan menjadi Pusat

Pemazmur memberi kesaksian bahwa perintah Tuhan selalu bersamanya, bukan hanya sesekali, tetapi terus-menerus. Ini bukan soal menghafal ayat-ayat saja, melainkan tentang mengubah cara berpikir. Ketika firman Tuhan menjadi bagian penting dalam ritme hidup kita, firman itu mulai membentuk cara kita membaca situasi, membangun hubungan, dan keputusan. Firman itu menjadi kompas kehidupan, bukan hanya buku petunjuk yang kita buka saat keadaan darurat.

Kedua: Merenungkan Firman

Pemazmur mengaitkan wawasan yang lebih besar dari para gurunya pada satu realita yaitu ia merenungkan ketetapan Tuhan. Merenungkan di sini bukan berarti duduk diam secara pasif, ini berarti mencoba melihat kebenaran yang sama dari berbagai sudut pandang, membiarkannya bekerja dalam diri kita dari waktu ke waktu. Guru yang bijak bisa menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi tidak ada jalan pintas untuk membuat sebuah kebenaran mengendap ke dalam pemahaman kita. Firman yang direnungkan menjadi sesuatu yang benar-benar kita pahami dan mengerti, bukan hanya sesuatu yang kita tahu.

Ketiga: Ketaatan adalah kunci

Terakhir, pemazmur berkata ia lebih bijak dari orang-orang tua karena ia menaati firman Tuhan. Inilah bagian yang sering kali terlupakan. Kebijaksanaan bukan hanya bersifat intelektual, namun terwujud dalam pilihan-pilihan kita setiap hari. Orang-orang tua punya pengalaman hidup selama puluhan tahun, yang layak dihormati. Namun orang yang secara konsisten bertindak sesuai firman Tuhan mengembangkan pemahaman yang praktis dan teruji, sesuatu yang tidak bisa dihasilkan oleh usia.

Kebijaksanaan semacam ini bukan hanya milik para sarjana atau mereka yang sudah berumur. Ini tersedia bagi siapa saja yang mau mendalami firman Tuhan dengan setia, merenungkannya dengan sungguh-sungguh, dan benar-benar hidup sesuai dengan firman itu. Itu adalah strategi terbaik dalam menghadapi setiap ujian kehidupan, AMIN. (ES)