Bacaan Tanggal
24 May 2026


Mazmur 119:81-88

119:81 Habis jiwaku merindukan keselamatan dari pada-Mu, aku berharap kepada firman-Mu.

119:82 Habis mataku merindukan janji-Mu; aku berkata: ”Bilakah Engkau akan menghiburkan aku?”

119:83 Sebab aku telah menjadi seperti kirbat yang diasapi; namun ketetapan-ketetapan-Mu tidak kulupakan.

119:84 Berapa lagi hari-hari hamba-Mu ini? Bilakah Engkau menghukum orang-orang yang mengejar aku?

119:85 Orang-orang yang kurang ajar telah menggali lobang bagiku, orang-orang yang tidak menuruti Taurat-Mu.

119:86 Segala perintah-Mu dapat dipercaya; mereka mengejar aku tanpa alasan – tolonglah aku!

119:87 Hampir saja mereka menghabisi aku di bumi, tetapi aku tidak meninggalkan titah-titah-Mu.

119:88 Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Pemberontakan Seba
2 samuel 20:1-22

20:1   Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: ”Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!”

20:2 Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem.

20:3 Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka.

20:4 Berkatalah raja kepada Amasa: ”Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!”  

20:5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.  

20:6 Lalu berkatalah Daud kepada Abisai: ”Sekarang Seba bin Bikri lebih berbahaya bagi kita dari pada Absalom; jadi engkau, bawalah orang-orang tuanmu ini dan kejarlah dia, supaya jangan ia mencapai kota yang berkubu, dan dengan demikian ia luput dari pada kita.”  

20:7 Lalu Yoab, orang Kreti dan orang Pleti dan semua pahlawan keluar menyusul dia. Mereka keluar dari Yerusalem untuk mengejar Seba bin Bikri.

20:8 Ketika mereka sampai ke batu besar yang di Gibeon, maka Amasa sudah tiba di sana lebih dahulu dari pada mereka. Adapun Yoab mengenakan pakaian perang dan di luarnya ada ikat pinggang dengan pedang bersarung terpaut pada pinggangnya. Ketika ia tampil ke muka terjatuhlah pedang itu.  

20:9 Berkatalah Yoab kepada Amasa: ”Engkau baik-baik, saudaraku?” Sementara itu tangan kanan Yoab memegang janggut Amasa untuk mencium dia.  

20:10 Amasa tidak awas terhadap pedang yang ada di tangan Yoab itu; Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati. Lalu Yoab dan Abisai, adiknya, terus mengejar Seba bin Bikri.  

20:11 Dan seorang dari orang-orang Yoab tinggal berdiri di dekat mayat itu, sambil berkata: ”Siapa yang suka kepada Yoab dan siapa yang memihak kepada Daud, baiklah mengikuti Yoab!”  

20:12 Dalam pada itu Amasa terguling mati dalam darahnya di tengah-tengah jalan raya. Ketika orang itu melihat, bahwa seluruh rakyat berdiri menonton, maka disingkirkannya mayat Amasa dari jalan raya ke padang, lalu dihamparkannya kain di atasnya, karena dilihatnya, bahwa setiap orang yang datang ke sana berdiri menonton.  

20:13 Setelah dijauhkannya mayat itu dari jalan raya, maka semua orang itu berjalan terus mengikuti Yoab untuk mengejar Seba bin Bikri.  

20:14 Seba telah melintasi daerah semua suku Israel menuju Abel-Bet-Maakha. Dan semua orang Bikri telah berkumpul dan mengikuti dia.  

20:15 Tetapi sampailah orang-orang Yoab, lalu mengepung dia di Abel-Bet-Maakha; mereka menimbun tanah menjadi tembok terhadap kota ini dan tembok ini merapat sampai ke tembok luar sedang seluruh rakyat yang bersama-sama dengan Yoab menggali tembok kota itu untuk meruntuhkannya.

20:16 Lalu berserulah seorang perempuan bijaksana dari kota itu: ”Dengar! Dengar! Katakanlah kepada Yoab: Mendekatlah ke mari, supaya aku berbicara dengan engkau.”  

20:17 Maka mendekatlah Yoab kepada perempuan itu. Bertanyalah perempuan itu: ”Engkaukah Yoab?” Jawabnya: ”Benar!” Lalu berkatalah perempuan itu kepadanya: ”Dengarkanlah perkataan hambamu ini!” Jawabnya: ”Baik!”  

20:18 Kemudian berkatalah perempuan itu: ”Dahulu biasa orang berkata begini: Baiklah orang minta petunjuk di Abel dan di Dan, apakah sudah dihapuskan  

20:19 apa yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel! Tetapi engkau ini berikhtiar membinasakan suatu kota, apalagi suatu kota induk di Israel. Mengapa engkau hendak menelan habis milik pusaka Tuhan?”  

20:20 Lalu Yoab menjawab: ”Jauhlah, jauhlah dari padaku untuk menelan dan memusnahkan!  

20:21 Bukanlah begitu halnya. Tetapi seorang dari pegunungan Efraim, yang bernama Seba bin Bikri, telah menggerakkan tangannya melawan raja Daud; serahkanlah dia seorang diri, maka aku akan undur dari kota ini.” Lalu berkatalah perempuan itu kepada Yoab: ”Baik, kepalanya akan dilemparkan kepadamu dari belakang tembok ini.”  

20:22 Kemudian masuklah pula perempuan itu dan berbicara kepada seluruh rakyat dengan bijaksana; sesudah itu mereka memenggal kepala Seba bin Bikri dan melemparkannya kepada Yoab. Yoab meniup sangkakala, lalu berserak-seraklah mereka meninggalkan kota itu, masing-masing ke tempatnya. Maka pulanglah Yoab ke Yerusalem kepada raja.

Pegawai-pegawai Daud
2 Samuel 20:23-26
(2Sam. 8:15-18; 1Taw. 18:14-17)

20:23 Yoab menjadi kepala atas segenap tentara Israel, dan Benaya bin Yoyada menjadi kepala atas orang Kreti dan orang Pleti.

20:24 Adoram menjadi kepala orang rodi dan Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara.

20:25 Seya menjadi panitera negara; Zadok dan Abyatar menjadi imam.

20:26 Juga Ira, orang Yair itu menjadi imam pada Daud.


Orang-orang Gibeon dan keluarga Saul
2 Samuel 21:1-14

21:1 Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk Tuhan. Berfirmanlah Tuhan: ”Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”  

21:2 Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, – orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, –  

21:3 Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: ”Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka Tuhan?”  

21:4 Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: ”Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel.” Tetapi kata Daud: ”Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?”  

21:5 Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: ”Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di mana pun di daerah Israel,  

21:6 biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan Tuhan di Gibeon, di bukit Tuhan.” Lalu berkatalah raja: ”Aku akan menyerahkan mereka.”  

21:7 Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi Tuhan ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul.  

21:8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu,  

21:9 kemudian diserahkannyalah mereka ke dalam tangan orang-orang Gibeon itu. Orang-orang ini menggantung mereka di atas bukit, di hadapan Tuhan. Ketujuh orang itu tewas bersama-sama. Mereka telah dihukum mati pada awal musim menuai, pada permulaan musim menuai jelai.  

21:10 Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain karung, dan membentangkannya bagi dirinya di atas gunung batu, dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka; ia tidak membiarkan burung-burung di udara mendatangi mayat mereka pada siang hari, ataupun binatang-binatang di hutan pada malam hari.  

21:11 Ketika diberitahukan kepada Daud apa yang diperbuat Rizpa binti Aya, gundik Saul itu,  

21:12 maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, tempat orang Filistin menggantung mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa.  

21:13 Ia membawa dari sana tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya. Dikumpulkanlah juga tulang-tulang orang-orang yang digantung tadi,  

21:14 lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, di dalam kubur Kish, ayahnya. Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu.

Peperangan melawan orang Filistin
2 Samuel 21:15-22
(1Taw. 20:4-8)

21:15 Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu.  

21:16 Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa – berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru – menyangka dapat menewaskan Daud.  

21:17 Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: ”Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau.”

21:18 Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa.

21:19 Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.

21:20 Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa.  

21:21 Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya.
 
21:22 Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Yohanes 4:31-42

4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: ”Rabi, makanlah.”  

4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”  

4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: ”Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”  

4:34 Kata Yesus kepada mereka: ”Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.  

4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.  

4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.  

4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.  

4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: ”Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”  

4:40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.  

4:41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,  

4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: ”Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

Kembali ke Galilea
Yohanes 4:43-45

4:43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,  

4:44   sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.  

4:45 Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.

Yesus menyembuhkan anak pegawai istana
Yohanes 4:46-54
(Mat. 8:5-13; Luk. 7:1-10)

4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.  

4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.  

4:48 Maka kata Yesus kepadanya: ”Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”  

4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: ”Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”  

4:50 Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.  

4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.  

4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: ”Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”  

4:53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: ”Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

4:54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 18:9-15

18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

18:10 Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

18:13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

18:15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
GENERASI PENAKLUK RAKSASA

[2Sam. 20 & 21] [Yoh. 4:31-54] [Mzm. 119:81-88] [Ams. 18:9-15]

(2 Samuel 21:15–22)

Di dalam 2 Samuel 21:15–22, kita melihat sisi lain dari kehidupan Daud. Dahulu ia adalah pemuda yang penuh keberanian dan berhasil mengalahkan Goliat. Namun dalam bagian ini, Daud mulai menua dan mengalami kelelahan. Bahkan ia hampir dibunuh oleh keturunan raksasa Filistin. Tetapi justru melalui narasi ini, Alkitab menunjukkan sebuah pesan penting tentang pemuridan dalam keluarga. Apa saja pesan itu?

Pertama, fisik kita ada batasnya. Kisah dibuka dengan ayat yang mengatakan “Daud menjadi letih lesu” (ay. 15). Ini menunjukkan bahwa sehebat apa pun seseorang, ia tetap memiliki keterbatasan. Tubuh fisik bisa semakin merenta. Dalam kehidupan keluarga, kita pun bisa pada akhirnya bertemu dengan batas penurunan fisik. Rambut mulai memutih. Kulit mulai keriput. Kita sudah tak kuat lagi bekerja seperti dulu. Ayat ini membuka satu realita hidup, bahwa manusia secara fisik mengalami penurunan. Fisik kita ada batasnya.

Kedua, pelita tak boleh padam. Setelah Daud kelelahan bahkan hampir mati, orang-orangnya berkata, “supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau” (ay. 17). Dalam terjemahan lain disebutkan "supaya engkau tidak memadamkan pelita Israel". Daud tidak boleh memadamkan pelita karena hidupnya membawa arah dan harapan bagi bangsa itu. Dalam konteks keluarga, pelita berbicara tentang iman yang tetap menyala di rumah. Hari ini banyak keluarga berhasil secara materi tetapi kehilangan kehidupan rohani. Doa bersama mulai hilang, Firman Tuhan jarang dibicarakan, dan setiap anggota keluarga sibuk dengan dunianya sendiri. Orang tua, terutama bapak/ayah/suami sebagai pemimpin, memegang peran penting supaya pelita tidak padam. Jika tidak, akibatnya, anak-anak tumbuh dekat dengan teknologi tetapi jauh dari Tuhan. Pelita rohani dalam keluarga harus terus dijaga melalui mezbah keluarga, teladan hidup, dan hubungan yang intim dengan Tuhan. Jangan sampai terang iman padam di tengah dunia yang penuh kegelapan ini.

Ketiga, lahirnya generasi penakluk raksasa. Menariknya, dalam bagian ini Daud tidak lagi menjadi tokoh utama yang mengalahkan raksasa. Justru orang-orang di sekitarnya yang maju menghadapi dan manaklukan para raksasa itu. Abisai merobohkan Yisbi-Benob, Sibkhai memukul kalah Saf, Elhanan menewaskan Goliat orang Gat dan Yonatan menewaskan keturunan raksasa lainnya. Ini menunjukkan bahwa keberanian Daud telah diwariskan kepada generasi berikutnya. Inilah inti pemuridan.

Orang tua tidak hanya dipanggil untuk membesarkan anak, tetapi juga memuridkan mereka agar mengenal Tuhan dan mampu menghadapi “raksasa” zamannya. Raksasa hari ini bisa berupa kecanduan digital, pergaulan buruk, kompromi dosa, atau kehilangan identitas rohani. Anak-anak membutuhkan teladan iman yang nyata di rumah.

Tuhan tidak mencari keluarga yang sempurna, tetapi keluarga yang mau berjalan bersama-Nya. Ketika keluarga membangun iman dan pemuridan, akan lahir generasi yang tidak dikalahkan oleh dunia, melainkan generasi penakluk raksasa, Amen. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai keluarga kita. (YAS)