preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

HIDUP SEBAGAI MURID YESUS

22 Apr 2024

[Kej. 29 & 30] [Mat. 10:1-15] [Mzm. 15] [Ams. 6:12-19]

(Matius 10:5-15)

Apa bedanya menjadi murid dan menjadi pengikut Yesus? Seorang murid memiliki tanggung jawab, sedangkan seorang pengikut tidak memiliki tanggung jawab. Bagi seorang pengikut, kalau dia senang, dia ikut terus; kalau tidak, dia ikut orang lain. Seorang pengikut tidak memiliki tanggung jawab dan loyalitas. Ia hanya memprioritaskan keinginan dan kesenangan pribadi dalam mengikuti Yesus. Jika Yesus tidak lagi bermakna baginya, maka ia akan meninggalkan Yesus. Apakah Anda seorang murid atau hanya seorang pengikut biasa? Seorang murid memiliki tanggung jawab. Apa tanggung jawab seorang murid? Apa yang diajarkan dalam Matius 10:5-15?

Pertama, seorang murid memiliki misi dalam hidupnya seperti yang tertulis dalam ayat 5-8. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia memberikan pesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma." (Matius 10:5-8).

Yesus memberikan misi pelayanan bagi murid-murid-Nya, untuk fokus pada anak-anak Israel yang terhilang dan bukan pada bangsa lain. Misi mereka adalah memberitakan Kabar Baik dan membantu umat yang menderita dengan berbagai masalah. Zaman ini, banyak orang menyebut dirinya murid Yesus tetapi tidak memiliki visi dalam hidup. Fokus mereka pada gereja adalah untuk dilayani bukan melayani. Mereka mencari kepuasan rohani bagi diri sendiri dan tidak peduli dengan orang lain. Apakah inilah yang disebut dengan murid? Sekarang banyak yang menyebut diri mereka sebagai murid Yesus, namun berdoa saja tidak bisa. Gemetar dan ragu-ragu. Mengusir setan? Bukan setan yang lari, tapi mereka yang melarikan diri! Jika Anda adalah seorang murid, Anda memiliki misi pelayanan dalam hidup dan tidak bergantung pada apakah Anda memiliki jabatan dalam organisasi gereja atau tidak.

Kedua, Yesus memerintahkan kasih dalam pelayanan. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius 10:7-8).

Bagaimana Anda bisa melayani dan mengasihi orang yang menderita tanpa kasih? Hanya kasih yang tulus yang akan membuat pelayanan Anda berharga di mata Allah. Jangan melayani agar dilihat dan dipuji manusia. Jangan melayani agar orang merasa berhutang budi dan berterima kasih pada Anda. Lakukan segala pelayanan dengan tulus, hanya bagi Allah. Pelayanan bukanlah mainan yang membuat kita senang. Pelayanan memiliki tantangan, derita, dan salib yang harus kita pikul. Dalam pelayanan ada harga yang harus kita bayar. Hanya kasih yang memungkinkan kita bertahan dalam pelayanan sampai akhir. Pastikan Anda memiliki kasih sebelum terjun dalam pelayanan.

Ketiga, Yesus mengharapkan iman dalam pelayanan. “Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya." (Matius 10:9-10).

Ayat-ayat ini mengajarkan agar kita tidak khawatir saat melangkah dalam pelayanan. Tuhan Maha Kuasa dan mengontrol segala sesuatu serta melihat segala kebutuhan kita. Pasrahlah dalam ketulusan dan iman bahwa Allah memelihara orang yang melakukan pelayanan bagi-Nya. Terlalu banyak orang yang menghitung untung-rugi sebelum terlibat dalam pelayanan. Dan hasilnya, mereka batal melayani karena khawatir tidak bisa hidup dari pelayanan. Kapan pun Anda kehilangan iman, Anda tidak bisa hidup dalam dunia ini. Iman penting untuk hidup, kuliah, pernikahan, karier, masa depan, menghadapi tantangan, dan masalah. Pastikan Anda memiliki iman, karena orang yang memiliki iman telah mengalahkan dunia.

Keempat, Yesus mengajarkan untuk rendah hati. “Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seseorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debu dari kakimu." (Matius 10:11-14).

Pelayanan tanpa rendah hati pasti akan menimbulkan kesombongan. Apa arti pelayanan yang lahir dari kesombongan? Tidak memiliki makna di mata Tuhan dan manusia. Dalam pelayanan ada penolakan, ada penerimaan, dan bisa terjadi masalah atau konflik. Hanya kerendahan hati yang memungkinkan pelayanan berjalan dengan baik. Jangan izinkan ego, kebanggaan, dan kesombongan memerintah dalam hati kita. Pelayanan kita harus mencontoh Yesus yang rendah hati.

Menjadi murid bukanlah hal yang mudah dan ringan. Dibutuhkan tanggung jawab di mana kita memiliki misi pelayanan, kasih yang sanggup menghadapi berbagai tantangan, iman yang kokoh untuk hidup yang berkeberhasilan, dan kerendahan hati sebagai dasar kehidupan rohani yang sehat. Mari hidup menjadi murid. Mari melayani. (LKH)